Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Devaluasi di Indonesia



30 Maret 1950

Pemerintahan Presiden Sukarno , melalui menkeu Syafrudin Prawiranegara (Masyumi, Kabinet Hatta RIS) pada 30 Maret 1950 melakukan devaluasi dengan penggutingan uang. Syafrudin Prawiranegara menggunting uang kertas bernilai Rp 5 ke atas, sehingga nilainya berkurang separuh. Tindakan ini dikenal sebagai "Gunting Syafrudin". [1]


24 Agustus 1959

Pemerintahan Presiden Sukarno melalui Menteri Keuangan yang dirangkap oleh Menteri Pertama Djuanda menurunkan nilai mata uang Rp 10.000 yang bergambar gajah dan Rp 5.000 yang bergambar macan, diturunkan nilainya hanya jadi Rp 100 dan Rp 50.[2]


1966

Walaupun perjuangan Irian Barat sudah dimenangkan pada tahun 1963 Bung Karno menciptakan momok baru Malaysia, untuk memelihara koalisi semu segitiga antara dirinya dengan TNI dan PKI. Koalisi ini berantakan dengan pembunuhan, kudeta dan kontra kudeta 1 Oktober 1965. Waperdam III Chairul Saleh terjeblos tindakan drastis, mengganti uang lama dengan uang baru dengan kurs Rp. 1000 akan diganti Rp. 1 baru. Inflasi segera melonjak 650% dan Bung Karno mengeluarkan Supersemar 11 Maret 1966 yang semakin mengukuhkan konfrontasi Soeharto sejak menolak dipanggil ke Halim oleh Panglima Tertinggi pada 1 Oktober 1965.

21 Agustus 1971

Masa pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) melalui Menkeu Ali Wardhana. AS pada 15 Agustus 1971 harus menghentikan pertukaran dollar dengan emas. Presiden Nixon cemas dengan terkurasnya cadangan emas AS jika dollar dibolehkan terus ditukar emas, sedang nilai waktu itu US$ 34.00 sudah bisa membeli 1 onz emas. Soeharto tidak bisa mengelak dari dampak gebrakan Nixon dan Indonesia mendevaluasi Rupiah pada 21 Agustus 1971 dari Rp. 378 menjadi Rp. 415 per 1 US$.


15 November 1978

Masa Pemerintahan Presiden Suharto melalui Menkeu Ali Wardhana. Walaupun Indonesia mendapat rezeki kenaikan harga minyak akibat Perang Arab - Israel 1973, tetapi Pertamina justru nyaris bangkrut dengan utang US$ 10 milyar dan Ibnu Sutowo dipecat pada 1976. Tetap tidak bisa dihindari devaluasi kedua oleh Soeharto pada 15 November 1978 dari Rp. 415 menjadi Rp. 625 per 1 US$.


30 Maret 1983

Masa Pemerintahan Presiden Suharto melalui Menkeu Radius Prawiro. Pada saat itu Menkeu Radius Prawiro mendevaluasi rupiah 48% jadi hampir sama dengan menggunting nilai separuh. Kurs 1 dolar AS naik dari Rp 702,50 menjadi Rp 970.


12 September 1986

Masa Pemerintahan Presiden Suharto melalui Menkeu Radius Prawiro. Pada 12 September 1986 Radius Prawiro kembali mendevaluasi rupiah sebesar 47%, dari Rp 1.134 ke Rp 1.664 per 1 dolar AS. Walaupun Soeharto selalu berpidato soal tidak ada devaluasi, tapi sepanjang pemerintahannya telah terjadi empat kali devaluasi.

Perkembangan Kebijakan Sistem Nilai Tukar di Indonesia

Sejak periode 1970 hingga sekarang, sistem nilai tukar yang berlaku di Indonesia telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali,  yaitu Sistem Nilai Tukar Tetap, Sistem Nilai tukar Mengambang Terkendali, dan terakhir Sistem Nilai tukar Mengambang Bebas.

1.     Sistem Nilai Tukar Tetap
Sistem nilai tukar tetap ( fixed exchange rate ) dimana lembaga otoritas moneter menetapkan tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang negara lain pada tingkat tertentu, tanpa memperhatikan penawaran ataupun permintaan terhadap valuta asing yang terjadi.  Bila terjadi kekurangan atau kelebihan penawaran atau permintaan lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah, maka dalam hal ini akan mengambil tindakan untuk membawa tingkat nilai tukar ke arah yang telah ditetapkan. Tindakan yang diambil oleh otoritas moneter bisa berupa pembelian ataupun penjualan valuta asing, bila tindakan ini tidak mampu mengatasinya, maka akan dilakukan penjatahan valuta asing (Hendra Halwani, 2005).
Sistem nilai tukar tetap yang berlaku di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 1964 dengan nilai tukar resmi Rp 250/US Dollar, sementara nilai tukar Rupiah terhadap mata uang lainnya dihitung berdasarkan nilai tukar Rupiah per US Dollar di bursa valuta asing Jakarta dan di pasar internasional.
Selama periode tersebut di atas, Indonesia menganut sistem kontrol devisa yang relatif ketat. Para eksportir diwajibkan menjual hasil devisanya kepada Bank Indonesia. Dalam rezim ini tidak ada pembatasan dalam hal pemilikan, penjualan maupun pembelian valuta asing. Sebagai konsekuensi kewajiban penjualan devisa tersebut, maka Bank Indonesia harus dapat memenuhi semua kebutuhan valuta asing bank komersial dalam rangka memenuhi permintaan valuta asing oleh importir maupun masyarakat. Berdasarkan sistem nilai tukar tetap ini, Bank Indonesia memiliki kewenangan penuh dalam mengawasi transaksi devisa. Sementara untuk menjaga kestabilan nilai tukar pada tingkat yang telah ditetapkan, Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing.
Pemerintah Indonesia telah melakukan devaluasi sebanyak tiga kali yaitu yang pertama kali dilakukan pada tanggal 17 April 1970 dimana nilai tukar Rupiah ditetapkan kembali menjadi Rp 378/US Dollar. Devaluasi yang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1971 menjadi Rp 415/US Dollar dan yang ketiga pada tanggal 15 November 1978 dengan nilai tukar sebesar Rp 625/US Dollar. Kebijakan devaluasi tersebut dilakukan karena nilai tukar Rupiah mengalami overvaluated sehingga dapat mengurangi daya saing produk-produk ekspor di pasar internasional.
2    Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali
Nilai tukar mengambang terkendali, dimana pemerintah mempengaruhi tingkat nilai tukar melalui permintaan dan penawaran valuta asing, biasanya sistem ini diterapkan untuk menjaga stabilitas moneter dan neraca pembayaran.
Sistem nilai tukar mengambang terkendali di Indonesia ditetapkan bersamaan dengan kebijakan devaluasi Rupiah pada tahun 1978 sebesar 33 %. Pada sistem ini nilai tukar Rupiah diambangkan terhadap sekeranjang mata uang (basket currencies) negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Dengan sistem tersebut, Bank Indonesia menetapkan kurs indikasi dan membiarkan kurs bergerak di pasar dengan spread tertentu. Untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, maka Bank Indonesia melakukan intervensi bila kurs bergejolak melebihi batas atas atau batas bawah spread (Teguh Triyono, 2005).
Pada saat sistem nilai tukar mengambang terkendali diterapkan di Indonesia, nilai tukar Rupiah dari tahun ke tahunnya terus mengalami depresiasi terhadap US Dollar. Nilai tukar Rupiah berubah-ubah antara Rp 644/US Dollar sampai Rp 2.383/US Dollar. Dengan perkataan lain, nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar cenderung tidak pasti.
3    Sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas
Nilai tukar mengambang bebas, dimana pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan eksternal (external equilibrium position. Tetapi kemudian timbul indikasi bahwa beberapa persoalan akibat dari kurs yang fluktuatif akan timbul, terutama karena karakteristik ekonomi dan struktur kelembagaan pada negara berkembang masih sederhana.Dalam sistem nilai tukar mengambang bebas ini diperlukan sistem perekonomian yang sudah mapan (Eric Yuliana, 2000).
Indonesia mulai menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada periode 1997 hingga sekarang. Sejak pertengahan Juli 1997, Rupiah mengalami tekanan yang mengakibatkan semakin melemahnya nilai Rupiah terhadap US Dollar. Tekanan tersebut diakibatkan oleh adanya currency turmoil yang melanda Thailand dan menyebar ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Untuk mengatasi tekanan tersebut, Bank Indonesia melakukan intervensi baik melalui spot exchange rate (kurs langsung) maupun forward exchange rate (kurs berjangka) dan untuk sementara dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah. Namun untuk selanjutnya tekanan terhadap depresiasi Rupiah semakin meningkat.
Oleh karena itu dalam rangka mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang, pada tanggal 14 Agustus 1997, Bank Indonesia memutuskan untuk menghapus rentang intervensi sehingga nilai tukar Rupiah dibiarkan mengikuti mekanisme pasar

Selasa, 05 April 2011

12 Fakta tentang China



Satu :
Eskrim ditemukan di Negeri China di sekitar 2000 SM, ketika Cina mengemas suatu campuran susu dan beras yang lembut di dalam salju.

Dua:
China adalah negara terbesar ke-4 didunia. Populasi manusianya paling banyak diantara semua negara didunia.

Tiga:
Tahun kalender China didasarkan pada siklus-siklus dari bulan. Suatu siklus yang lengkap dari penanggalan Cina mengambil waktu 60 tahun. penanggalan Cina telah ada sejak 2600 SM. ini adalah penanggalan yang dikenal yang paling tua.

Masing-masing tahun diwakili oleh nama binatang. Ada dua belas binatang yang mewakili dua belas bulan.

Tahun :Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi, Tikus, Kerbau

Empat:
Ketika seorang bayi kehilangan giginya, gigi itu tidak akan disimpan di bawah bantal untuk peri gigi seperti dalam dongeng. Jika gigi yang bagian atas tanggal, orang tua anak itu akan menanam gigi di dalam tanah (sehingga gigi yang baru akan berkembang secara lurus dan sehat). Jika bagiab bawah yang hilang maka akan disimpan diatap, sehingga gigi yang baru akan tumbuh naik ke atas.

Lima:
Pintu rumah yang menhadap ke selatan dianggap membawa keberuntungan

Enam:
Beras sudah ada sejak 5000 SM. Archaeologists sudah menemukan butir-butir beras di dalam perkakas pertanian dan pot-pot pada periode itu.

Tujuh:
Dulu kala, pembuat sutera dijaga sangat rahasia.. Siapa pun yang membocorkan rahasia bisa dibunuh.

Delapan:
Pada suatu waktu, patriot-patriot cina yang diharapkan untuk melawan para penjajah.Untuk mengumumkan suatu pemberontakan, patriot-patriot menyembunyikan pesan-pesan di dalam kue-kue bulan.

Sembilan:
Merah merupakan warna peruntungan di Negeri China. Pakaian-pakaian pernikahan biasanya berwarna merah. Panji-Panji tahun baru, pakaian, dan amplop-amplop uang keberuntungan masih berwarna merah.

Sepuluh:
Abjad dalam bahasa china, lebih banyak dari abjad latin, jumlahnya sekitar +5000 karakter

Sebelas:
Tembok raksasa china yang termasuk keajaiban dunia merupakan bangunan terpanjang yang ada dibumi, saking panjangnya bisa dilihat dari luar angkasa

Duabelas:
Negara ini negara ini mempunyai cadangan Devisa TERBESAR diseluruh dunia yaitu sekitar 2 triliun $...untuk tahun 2008...mengalahkan semua negara maju seperti Jepang, Eropa, apalagi kita
[u]

HARGA DAN OUTPUT DI PASAR PERSAINGAN SEMPURNAa


Pasar disebut bersaing sempurna jika:
(1) terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli komoditi, sedemikian rupa sehingga tindakan dari seorang individu tidak dapat mempengaruhi harga komoditi tersebut,
(2) produk dari seluruh perusahaan di dalam pasar adalah homogen,
(3) terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna, dan
(4) konsumen, pemilik produksi dan perusahaan di dalam pasar mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai harga-harga dan biaya-biaya yang sekarang dan yang akan datang.
Di dalam pasar persaingan sempurna, harga komoditi hanya ditentukan oleh perpotongan antara kurva permintaan pasar dan kurva penawaran pasar. Dengan demikian, perusahaan di dalam pasar persaingan sempurna merupakan “penerima harga” dan dapat menjual setiap jumlah komoditi pada harga yang telah ditetapkan.

Periode pasar, atau jangka yang sangat pendek, mengacu pada periode waktu dimana penawaran pasar untuk komoditi benar-benar tetap. Dalam hal komoditi yang bersangkutan adalah mudah rusak, biaya produksi tidak lagi relevan dalam proses penurunan harga pasar dan keseluruhan komoditi yang ditawarkan akan dijual dengan harga berapapun yang dapat dicapai.
Biasanya, adalah lebih bermanfaat untuk menganalisis ekuilibrium jangka pendek perusahaan melalui pendekatan penerimaan marjinal - biaya marjinal. Penerimaan marjinal (MR) mengukur perubahan TR per satu unit perubahan jumlah yang dijual. Jadi, MR sama dengan kemiringan kurva TR. Karena dalam pasar persaingan sempurna, P adalah konstan untuk perusahaan itu, maka MR sama dengan P. Pendekatan marjinal memberitahukan bahwa perusahaan yang bersaing sempurna akan memaksimumkan keuntungan total jangka pendeknya pada tingkat output di dalam MR atau P sama dengan biaya marjinal (MC) dan MC sedang menaik. Perusahaan berada dalam ekuilibrium jangka pendek pada tingkat output yang terbaik atau optimum ini.
Jika, pada tingkat output yang terbaik atau optimum, P melebihi AC, maka perusahaan memaksimumkan keuntungan total; jika P lebih kecil daripada AC tetapi lebih besar daripada AVC, perusahaan meminimumkan kerugian total; jika P lebih kecil daripada AVC, perusahaan meminimumkan kerugian totalnya dengan menghentikan kegiatannya. Karena, dalam pasar persaingan sempurna, kita dapat membaca dari kurva MC tentang berapa besar perusahaan akan berproduksi dan menjual pada berbagai tingkat harga, kurva penawaran jangka pendek perusahaan ditentukan oleh bagian yang menaik dari kurva MC-nya (dan berada diatas kurva AVC-nya). Jika harga-harga faktor produkasi tetap konstan, maka kurva penawaran jangka pendek untuk industri yang bersaing diperoleh dengan menjumlahkan secara horizontal kurva-kurva SMC (dan berada diatas kurva-kurva AVC yang berurutan) dari seluruh perusahaan dalam industri itu.
Dalam jangka panjang, seluruh faktor produksi dan seluruh biaya bersifat variable. Oleh karena itu, perusahaan akan tetap berusaha dalam jangka panjang hanya bila (dengan mendirikan pabrik yang paling sesuai untuk memproduksi tingkat output yang terbaik) TR-nya sama dengan atau lebih besar daripada TC-nya. Tingkat output yang terbaik atau optimum untuk perusahaan yang bersaing sempurna, dalam jangka panjang, ditentukan oleh titik dimana P atau MR sama dengan LMC dan LMC sedang naik. Jika, pada tingkat output ini, perusahaan mendapat keuntungan, lebih banyak perusahaan akan memasuki industri yang bersaing sempurna tersebut hingga seluruh keuntungan tadi terserap habis.
Bermula dari posisi ekuilibrium jangka panjang untuk perusahaan dan industri yang bersaing sempurna, jika kurva permintaan pasar untuk komoditi naik sehingga menghasilkan harga ekuilibrium pasar yang lebih tinggi, setiap perusahaan akan meningkatkan outputnya dalam jangka pendek dan menerima sebagian keuntungan ekonomi murni. Dalam jangka panjang, lebih banyak perusahaan akan memasuki industri tersebut, dan jika harga-harga faktor produksi tetap konstan, penawaran pasar untuk komoditi akan naik hingga harga ekuilibrium pasar yang mula-mula dicapai kembali. Jadi, kurva penawaran pasar jangka panjang untuk industri ini berbentuk horizontal (pada tingkat LAC yang minimum) dan industri itu disebut sebagai “industri dengan biaya konstan”.
Jika harga-harga faktor produksi naik karena lebih banyak perusahaan (yang tertarik oleh keuntungan ekonomi murni dalam jangka pendek) memasuki industri yang bersaing sempurna dalam jangka panjang dan karena output industri meningkat, didapatkan industri dengan biaya yang meningkat. Dalam kasus ini, kurva penawaran jangka panjang industri itu memiliki kemiringan positif, yang menunjukkan bahwa peningkatan output barang per unit waktu akan timbul dalam jangka panjang hanya pada harga-harga yang lebih tinggi.
Jika harga-harga faktor produksi turun karena lebih banyak perusahaan (yang tertarik oleh keuntungan ekonomi murni) memasuki industri yang bersaing sempurna dalam jangka panjang dan karena output industri meningkat, didapatkan industri dengan biaya yang menurun. Dalam kasus ini, kurva penawaran jangka panjang memiliki kemiringan negatif, yang menunjukkan bahwa peningkatan output per unit waktu akan terjadi dalam jangka panjang pada harga-harga yang lebih rendah


sumber: Teori MIKROEKONOMI http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1854204-teori-mikroekonomi/#ixzz1IifdimXc

Penanggulangan Pengangguran di Indonesia

Penanggulangan Pengangguran di Indonesia

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal; dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.
Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung.
Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP).
Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda, maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak.
Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran.
Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perwakilan pengusaha, perwakilan perguruan tinggi, menandatangani deklarasi tersebut, merekaadalah Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal; Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Zulkarnaen Karim; Palgunadi; T. Setyawan,ABAC; pengusaha; DR. J.P. Sitanggang, UPN Veteran Jakarta; Bambang Ismawan, Bina Swadaya, LSM; mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa.
Menurut para deklarator tersebut, bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah, serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran.
Dalam deklarasi itu ditegaskan, bahwa untuk itu, sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja.
Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut, menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan, utamanya upaya penanggulangan pengangguran. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua, pihak pemerintah baik pusat maupun daerah, dunia usaha, maupun dunia pendidikan. Oleh karena itu, dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak, baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya.
Konsepsi.
Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu, Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia, meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran; keadaan angkatan kerja; dan keadaan kesempatan kerja; serta sasaran yang akan dicapai. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan.
Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan, bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: “… untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa …”. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : ” tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan ” dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:” Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja”. Hal ini berarti, bahwa secara konstitusional, pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup, produktif dan remuneratif.. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan, serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran.
Selanjutnya Menakertrans menyatakan, Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri, dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja); dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. ” Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran, disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas, antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII; masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat”, tutur Menteri Jacob Nuwa Wea.
Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran.
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dll.
Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002, sebesar 9,13 juta penganggur terbuka, sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Selain itu terdapat sebanyak 2,7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.
Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu, pada tahun 2002 berjumlah 28,87 juta orang. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan, upah rendah, yang mengakibatkan produktivitas rendah. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.
Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja.
Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100,8 juta orang. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20,7 juta. Pada sisi lain, 45,33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah, ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah.
Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Pada tahun 2002, jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91,6 juta orang. Sekitar 44,33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian, yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Selanjutnya 63,79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal.
Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah.
Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah.
Sasaran
Sasaran yang diharapkan, dirumuskan sebagai berikut :
Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0,96 pesen menjadi 5,5 persen pada tahun 2009.
Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28,65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.
Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36,71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.
Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20,54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009.
Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91,65 juta orang menjadi 108,97 juta orang.
Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota.
Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi, kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak, meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja; peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja; pembinaan Hubungan Industrial.
(Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia, 29 Juni 2004; Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans, 11 Pebruari 2004).
Sumber : Majalah Nakertrans Edisi – 03 TH.XXIV-Juni 2004

Rabu, 23 Maret 2011

10 Fakta di Balik Gempa dan Tsunami Jepang



Gempa dengan kekuatan 9,0 Skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Lindu itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu, bahkan memicu ledakan di instalasi nuklir. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini.


Sejumlah fakta di balik gempa dan tsunami Jepang menimbulkan kehebohan di dunia maya. Berikut sejumlah fakta dan prediksi yang muncul tersebut.


1. Beberapa orang menghubung-hubungkan musibah di Jepang dengan fenomena supermoon yang akan terjadi pada Sabtu 19 Maret 2011 mendatang.


2. Sebanyak 2.000 mayat ditemukan bergelimpangan di Prefektur Miyagi, lokasi terdekat dengan pusat gempa. Puluhan ribu orang lagi di wilayah ini masih belum ditemukan.


3. Ahli geofisika NASA, Richard Gross menjelaskan bumi tidak lagi berputar selama 24 jam atau 86.400 detik. Setelah gempa terjadi di Sendai, rotasi bumi telah berkurang sebanyak 1,6 mikrodetik.


4. Menurut US Geological Survey (USGS), gempa dahsyat di Jepang merobek dasar laut Jepang dengan panjang 219 km dan lebar 129 kilometer ke pesisir selatan Jepang.


5. Poros Bumi juga dilaporkan bergeser 25 sentimeter akibat gempa dahsyat itu.


6. Selain waktu yang berkurang, ini juga berarti putaran bumi semakin cepat, bertambah 1.064 kilometer per jam.


7. Tinggi permukaan tanah di Ishinomaki, Miyagi amblas hingga 70 cm. Tidak hanya di wilayah tersebut, penurunan tanah juga terjadi di beberapa wilayah terkena gempa.


8. Gunung Shinmoedake (1.421 meter ) di Perfektur Kagoshima, Pulau Kyushu, meletus dan memuntahkan abu vulkanik dan bebatuan pada Senin (14/3).


9. Gempa dan tsunami ini sudah diketahui Pemerintah Jepang jauh-jauh hari sejak tahun lalu.


10. Total energi yang dilepaskan gempa ini setara dengan ledakan 6,7 triliun ton bom TNT, atau sekitar seribu kali kekuatan seluruh senjata nuklir di dunia.

10 Fakta Menakjubkan Dari Ubur-Ubur


Posted by Roz
Fakta pertama :

Jellyfish pertama kali muncul sekitar 650 juta tahun yang lalu dan ditemukan di setiap permukaan laut. Beberapa juga ditemukan banyak di air tawar.

Fakta kedua :

Medusa (Plural Medusae) adalah istilah lain untuk ubur-ubur. Medusa adalah istilah lain ubur-ubur yang hidupa di yunani, finlandia, portugis, rumania, ibrani, serbia, kroasia, spanyol, perancis, italia, hungaria, polandia, ceko, slowakia, rusia dan bulgaria.

Fakta ketiga :

Karena ubur-ubur bukanlah merupakan spesien dari ikan, kadang banyak terdapat anggapan yang keliru tentang ubur-ubur, oleh karenya American Public Aquariumsk telah mempopulerkan penggunaan istilah jeli laut (sea jellies) sebagai gantinya.

Fakta keempat :

Pada umumnya sekelompok atau sekawanan ubur-ubur ini disebut dengan istrilah bloom atau swarm.

Fakta kelima :

Ubur-ubur tidak memiliki sistem pernafasan karena kulit mereka cukup tipis dan bahwa tubuh mereka telah berisi oksigen oksigen melalui difusi.


Fakta keenam :

Ubur-ubur tidak mempunyai otak atau sistem saraf pusat, tetapi ubur-ubur memiliki jaringan saraf yang longgar, yang terletak di epidermis, yang juga disebut sebagai "jaring saraf."

Fakta ketujuh :

Ubur-ubur terdiri dari lebih dari 90% air. Sebagian besar massa bagian payung mereka adalah bahan agar-agar (jeli) yang disebut mesoglea, yang dikelilingi oleh dua lapisan sel yang membentuk payung (permukaan atas). Sedangkan bagian permukaan bawah tubuhnya dikenal dengan sebutan bel.

Fakta kedelapan :

Ubur-ubur memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun dan perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi dan tumbuh menjadi organisme baru.

Fakta kesembilan :

Ubur-ubur memiliki racun yang paling mematikan dan telah menyebabkan setidaknya 5.568 kematian sejak 1954. Setiap tentakel memiliki sekitar 500.000 harpun sindasites yang berbentuk jarum yang menyuntikkan bisa ke korban.


Fakta kesepuluh :

Spesies ubur-ubur terbesar adalah ubur-ubur bersurai singa (the lion’s mane jellyfish). Ubur-ubur ini adalah salah satu hewan yang dikenal terpanjang dan terbesar yang memiliki bel (tubuh) dengan diameter 2,3 m (7 kaki 6 inci) dan tentakel mencapai 36,5 m (120 kaki). Ubur-ubur ini ditemukan pernah terdampar di pantai teluk massachusetts pada tahun 1870.




Fakta Menakjubkan Air Putih



Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

Kalau begitu bagaimana prosesnya, air putih yang sederhana bisa berubah menjadi begitu berharga?

Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Kurang Air, Bahaya Bagi Darah

Jika Ukhtiy mengkonsumsi kurang dari 8 gelas, efeknya secara keseluruhan memang tidak terasa. Tapi sebagai konsekuensi, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil sumber dari komponen tubuh sendiri. Di antaranya dari darah. Kekurangan air bagi darah amat berbahaya bagi tubuh. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa terganggu.

Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus, sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.

Itu pengaruh kurang air terhadap kerja darah dan ginjal. Lalu bagaimana dengan otak? Perjalanan darah yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel otak paling boros mengonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah. Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati. Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai kekurangan air!!!

10 Manfaat Air Putih

1. Memperlancar sistem pencernaan

Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Perawatan kecantikan

Bila Ukhtiy kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.

Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh hares benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

4. Untuk kesuburan

Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.

Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi (astagfirulloh!) harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…

5. Menyehatkan jantung

Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.

Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.

6. Sebagai obat stroke

Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.

Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.

7. Efek relaksasi

Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.

Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika Ukhtiy punya shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Oh ya, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.

8. Menguruskan badan

Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.

9. Tubuh lebih bugar

Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Ukhtiy mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.

Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!

Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.

CHAPTER 6 MARKET EQUILIBRIUM



6-1 ATAS ASUMSI PERSAINGAN SEMPURNA
Sebuah pasar komoditi bersaing sempurna memenuhi kondisi berikut: (1) perusahaanmenghasilkan komoditi homogen, dan konsumen adalah identik dari titik penjualpandang dalam bahwa tidak ada keuntungan atau kerugian yang berhubungan denganmenjual ke konsumen tertentu; (2) keduanya perusahaan dan konsumen yang banyak,dan penjualan atau pembelian setiap unit individu kecil dalam kaitannya dengan volumeagregat transaksi, (3) kedua perusahaan dan konsumen memiliki informasi yangsempurna tentang harga yang berlaku dan tawaran saat ini, dan mereka mengambilkeuntungan dari setiap peluang untuk meningkatkan keuntungan dan utilitas masing-masing; (4) masuk ke dalam dan keluar dari pasar bebas bagi perusahaan dankonsumen dalam jangka panjang.
Kondisi (1) menjamin anonimitas perusahaan dan konsumen. Berkenaan denganperusahaan, adalah setara dengan pernyataan bahwa produk perusahaan adalah tidak bisa dibedakan dari produk orang lain: merek dagang, paten, merek label khusus, dll,tidak ada. Konsumen tidak punya alasan untuk lebih memilih produk dari satuperusahaan dengan yang lain. Keseragaman konsumen memastikan bahwa seorang pengusaha akan menjual kepada penawar tertinggi. Custom dan aturan kelembagaanlainnya praktis (seperti "first-come-first-served" aturan) untuk mendistribusikan output antara konsumen tidak ada.

Kondisi (2) memastikan bahwa banyak penjual menghadapi banyak pembeli. Jikaperusahaan sangat banyak, seorang pengusaha individu dapat meningkatkan ataumengurangi tingkat output tanpa terasa mengubah harga pasar. Seorang konsumenindividu bisa meningkatkan atau menurunkan tuntutannya untuk komoditi tanpapengaruh jelas pada harga. Pembeli penjual individu atau bertindak seolah-olah ia tidak mempengaruhi harga dan hanya menyesuaikan dengan apa he.considers situasi pasartertentu. Dengan demikian, pembeli adalah "pengambil harga" karena merekamenyesuaikan jumlah yang dibeli sehingga kuantitas ini optimal bagi mereka diberiharga yang berlaku, tanpa pernah mempertimbangkan bahwa pembelian merekadapat, pada gilirannya, lebih lanjut mempengaruhi harga. Penjual mengamati hargapasar dan menyesuaikan jumlah dijual sehingga kuantitas ini optimal dari sudut pandang mereka tanpa mempertimbangkan bahwa penjualan mereka dapatmempengaruhi harga.
Kondisi (3) jaminan informasi yang sempurna di kedua sisi pasar. Pembeli dan penjualmemiliki informasi lengkap yang berkaitan dengan kualitas dan sifat produk dan harga yang berlaku. Karena tidak ada pembeli kurang informasi, pengusaha tidak dapat mencoba untuk mengisi lebih dari harga yang berlaku. Konsumen tidak bisa membelidari beberapa pengusaha kurang dari harga yang berlaku untuk analog. alasan. Karena produk yang homogen dan semua orang memiliki informasi yang sempurna, harga yangtunggal harus berlaku dalam pasar persaingan sempurna. Hal ini dapat dibuktikandengan asumsi pada sebaliknya bahwa komoditas tersebut - yang dijual di dua harga yang berbeda. Dengan hipotesis, konsumen menyadari fakta bahwa (1) komoditas dapat dibeli di dua harga yang berbeda, (2) satu unit komoditi yang persis sama dengan yang lain. Karena konsumen maximizers utilitas, mereka tidak akan membeli modity ¬ com pada harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu harga tunggal harus menang .
Kondisi terakhir menjamin aliran leluasa sumber daya antara pekerjaan alternatiNedalam jangka panjang. Ini mengasumsikan bahwa sumber daya yang mobile dan selalupindah ke pekerjaan dari mana mereka memperoleh keuntungan terbesar. Perusahaanpindah ke pasar-pasar di mana mereka dapat membuat keuntungan dan meninggalkanmereka di mana mereka mengalami kerugian. Sumber daya seperti tenaga kerjacenderung tertarik untuk industri produk yang diminati. Perusahaan yang tidak efisiendikeluarkan dari pasar dan digantikan oleh yang efisien.
Persaingan sempurna antara penjual berlaku jika penjual individu hanya memilikipengaruh yang tak terlihat pada harga pasar dan pada tindakan orang lain. Setiappenjual bertindak sebagai jika dia memiliki pengaruh yang tidak. Kondisi Analog harusmemegang untuk persaingan sempurna antara pembeli. Pasar adalah bersaing sempurna jika persaingan sempurna berlaku pada kedua penjual dan pembeli 'sisipasar. Harga pasar yang dianggap sebagai parameter pada bab-bab sebelumnyasekarang variabel, dan besarnya ditentukan bersama oleh tindakan-pembeli dan penjual.

6-2 FUNGSI PERMINTAAN

Fungsi permintaan
     pasar untuk komoditi diperoleh dengan menjumlahkan fungsipermintaan dari konsumen individu. Seorang produser individual, bagaimanapun,karena ukurannya yang kecil itu relatif terhadap pasar tidak menghadapi fungsi permintaan pasar. Fungsi permintaan Nya mencerminkan asumsi bahwa ia dapat menjual semua yang dia inginkan pada harga pasar yang terjadi.

Permintaan pasar

Setelah penurunan Sec. 2-3 seperti yang umum di Sec. 2-6, permintaan konsumen iuntuk Q tergantung pada harga Q, harga seluruh komoditas lain, dan pendapatan nya:
Dd = Dy (P 1, P2, N, Yi)
Fungsi permintaan Para konsumen diperoleh dari kondisi yang pertama-Agarmaksimisasi utilitas, dengan asumsi bahwa kedua perintahnya kondisi terpenuhi. Dia akan bereaksi terhadap perubahan harga dan pendapatan dengan mengubahcom-modity nya tuntutan sehingga mempertahankan kesetaraan RCS dan rasio hargauntuk setiap pasangan komoditas dan, pada saat yang sama, untuk memenuhi batasananggarannya.
Permintaan konsumen untuk Q dapat bervariasi sebagai akibat dari perubahan Pk (k *j), meskipun p; tetap tidak berubah, atau sebagai respons terhadap perubahan
pendapatan, semua harga tetap konstan. Semua harga lainnya dan pendapatan konsumen diasumsikan konstan untuk mengisolasi perilaku di pasar j. permintaan Nya bagi Qj kemudian fungsi dari PJ sendiri:
DJJ = Dij (p) (6-1)
Kuantitas yang diminta masih tergantung pada harga komoditas lainnya dan pendapatan konsumen, tetapi variabel ini sekarang diperlakukan sebagai parameter.Untuk memenuhi pesanan pertama kondisi konsumen akan bervariasi tuntutannya untuk komoditas selain Q sebagai perubahan pi. Variasi ini umumnya diabaikan dalam analisis berpusat pada pasar untuk Q.
Menghilangkan subskrip komoditi j dalam (6-1),
Di = Dj (p) i = 1, 2, ... , N
Permintaan agregat untuk Q dengan harga manapun adalah jumlah kuantitas yang dituntut oleh konsumen n individu dengan harga bahwa:
D Dj (p) = D (p) (6-2)
dimana D adalah permintaan agregat. Bentuk (6-2) merupakan hasil dari asumsi bahwa semua harga lain dan pendapatan dari semua konsumen n adalah konstan.Tuntutan konsumen individu biasanya diasumsikan monoton penurunan fungsi dari harga, tapi kemungkinan semakin meningkat ¬ ing suatu fungsi harga ada untuk Gillen yang baik (lihat Sec 2-5.). Jelas, jika fungsi permintaan individu monoton menurun, fungsi permintaan agregat juga monoton menurun. Jika beberapa fungsi permintaan individu menurun dan lain-lain meningkat, efek bersih pada fungsi permintaan agregat ambigu secara umum.
Kurva permintaan agregat atas suatu komoditi diperoleh dengan memetakan (6-2).Bentuk dan posisi dari kurva permintaan agregat dapat berubah sebagai parameter (6-2), yaitu perubahan, karena harga komoditas lainnya dan perubahan pendapatan konsumen. Bahkan, kurva permintaan agregat bisa berubah dengan perubahan dalam distribusi pendapatan tanpa variasi dalam pendapatan agregat. Jika pendapatan seseorang konsumen berkurang dan lain meningkat sebesar jumlah yang sama persis, kurva permintaan individu terkait cenderung bergeser, dan kurva permintaan agregat akan terpengaruh kecuali kompensasi pergeseran persis satu sama lain.
Dalam hal konvensional diagram kurva permintaan agregat adalah jumlah horizontal dari kurva permintaan individu. Bagian (a) dan (b) Gambar. 6-1 merupakan kurva permintaan dari dua konsumen hanya di pasar yang kompetitif hipotetis. " Bagian (c) adalah agregat permintaan mereka kurva yang dibangun dengan membiarkan jarak OL sama dengan jumlah dari jarak ON dan OM.



Produsen Permintaan
Agregat atau fungsi permintaan pasar menghadapkan dari total penjual. Pengusahaindividu menganggap dirinya tidak mampu mempengaruhi harga pasar. Suatuperubahan dalam hasil output dalam gerakan tak terlihat sepanjang kurva permintaan pasar, dan dia percaya bahwa dia bisa menjual kuantitas bahwa ia mampumenghasilkan dengan harga yang berlaku. Kurva permintaan output dari seorang pengusaha individu tampaknya dia sebagai garis horizontal yang diberikan oleh
p = konstan
Kurva permintaan pasar tidak jumlah horizontal kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan individual.
Total pendapatan perusahaan adalah
R = pq
Penerimaan marjinal adalah tingkat di mana total pendapatan meningkat sebagai hasildari sebuah peningkatan kecil dalam penjualan. Istilah matematika,
dR
dq-P
karena p adalah konstanta. Kurva pendapatan marjinal yang dihadapi oleh perusahaanindividu identik dengan kurva permintaan nya.
(b)
(c)
6-3 FUNGSI PENAWARAN

Fungsi penawaran dari beberapa perusahaan individual dapat didefinisikan untuk (1)jangka waktu yang sangat singkat selama tingkat keluaran tidak dapat bervariasi, (2)jangka pendek selama tingkat output dapat bervariasi namun tumbuhan ukuran tidakbisa, dan (3) jangka panjang di yang semua input adalah variabel.
Periode Sangat Pendek 

Asumsikan bahwa pengusaha memutuskan setiap pagi berapa banyak untuk menghasilkan hari itu. output keputusan-Nya adalah langsung dilaksanakan, dan ia menghabiskan sisa hari mencoba menjual output di harga tertinggi. Dia tidak bisa meningkatkan produksi di siang hari dan menjual saham komoditas tertentu. " Karena sebuah ° q output telah dihasilkan, biaya marjinal dari setiap output kurang dari q 'adalah nol. Output tidak dapat ditingkatkan melebihi titik ini dalam waktu yang sangat singkat, dan biaya marjinal output yang lebih tinggi dapat dianggap tak terbatas. Kurva biaya marjinal diwakili oleh garis vertikal pada titik ini. 
Perusahaan ini memaksimalkan keuntungan dengan menjual kuantitas untuk yang MC = p. Karena MC dari setiap output kurang dari q 'adalah nol dan MC dari setiap output lebih besar dari q' adalah tidak terbatas, persamaan MC = p tidak dapat puas, dan perusahaan akan memperluas penjualan ke titik di mana harga berhenti melebihi MC 
.Oleh karena itu, akan menjual seluruh output (yaitu, stok seluruh komoditi) pada harga yang berlaku. " Ini memaksimalkan keuntungan, karena harga yang berlaku adalah harga tertinggi di mana output dapat dijual. Kuantitas penjualan tidak merespon terhadap perubahan harga. Secara umum, fungsi penawaran agregat menyatakan jumlah yang akan diberikan oleh semua produsen sebagai fungsi dari harga. Karena output dari setiap perusahaan adalah tetap, penawaran agregat komoditi juga diberikan dan tidak tergantung pada harga. Kurva penawaran adalah garis vertikal, dan jarak dari sumbu harga sama dengan jumlah output dari perusahaan-perusahaan individual. 
Jangka Pendek 
Fungsi pasokan dari negara perusahaan yang bersaing sempurna kuantitas yang akan menghasilkan sebagai fungsi dari harga pasar dan dapat diturunkan dari kondisi orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan. Horizontal koordinat sebuah titik pada bagian yang menaik dari kurva MC sesuai dengan harga yang diberikan mengukur kuantitas bahwa perusahaan akan memasok dengan harga itu. kurva penawaran jangka pendek ini perusahaan identik dengan porsi jangka pendek kurva MC-nya yang terletak di atas kurva AVC nya. fungsi penawaran adalah tidak didefinisikan untuk output kurang dari absis dari persimpangan yang MC dan kurva AVC. Kuantitas yang ditawarkan akan menjadi nol pada semua harga kurang dari ordinat dari titik ini. kurva penawaran ini perusahaan terdiri dari OA segmen dan SM di Gambar. 6-2. 
Perusahaan engan's MC jangka-pendek adalah fungsi dari output-nya: 
MC i = ID ~ (qi) (6-3) 
'Analisis saat ini disederhanakan dengan asumsi produksi yang dan semua penyesuaian lainnya terjadi secara instan. Mungkin akan lebih realistis untuk menganggap bahwa output diproduksi sebagai aliran kontinyu dan mantap. Jika produksi adalah suatu proses yang memakan waktu, perubahan dalam tingkat output tidak dapat segera terwujud. Waktu yang sangat singkat kemudian setiap jangka waktu yang lebih singkat dari periode yang selang antara perubahan di tingkat input dan perubahan yang sesuai pada tingkat output.
Periode Sangat Pendek 
Asumsikan bahwa pengusaha memutuskan setiap pagi berapa banyak untuk menghasilkan hari itu. output keputusan-Nya adalah langsung dilaksanakan, dan ia menghabiskan sisa hari mencoba menjual output di harga tertinggi. Dia tidak bisa meningkatkan produksi di siang hari dan menjual saham komoditas tertentu. " Karena sebuah ° q output telah dihasilkan, biaya marjinal dari setiap output kurang dari q 'adalah nol. Output tidak dapat ditingkatkan melebihi titik ini dalam waktu yang sangat singkat, dan biaya marjinal output yang lebih tinggi dapat dianggap tak terbatas. Kurva biaya marjinal diwakili oleh garis vertikal pada titik ini. 
Perusahaan ini memaksimalkan keuntungan dengan menjual kuantitas untuk yang MC = p. Karena MC dari setiap output kurang dari q 'adalah nol dan MC dari setiap output lebih besar dari q' adalah tidak terbatas, persamaan MC = p tidak dapat puas, dan perusahaan akan memperluas penjualan ke titik di mana harga berhenti melebihi MC 
.Oleh karena itu, akan menjual seluruh output (yaitu, stok seluruh komoditi) pada harga yang berlaku. " Ini memaksimalkan keuntungan, karena harga yang berlaku adalah harga tertinggi di mana output dapat dijual. Kuantitas penjualan tidak merespon terhadap perubahan harga. Secara umum, fungsi penawaran agregat menyatakan jumlah yang akan diberikan oleh semua produsen sebagai fungsi dari harga. Karena output dari setiap perusahaan adalah tetap, penawaran agregat komoditi juga diberikan dan tidak tergantung pada harga. Kurva penawaran adalah garis vertikal, dan jarak dari sumbu harga sama dengan jumlah output dari perusahaan-perusahaan individual. 
Jangka Pendek 
Fungsi pasokan dari negara perusahaan yang bersaing sempurna kuantitas yang akan menghasilkan sebagai fungsi dari harga pasar dan dapat diturunkan dari kondisi orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan. Horizontal koordinat sebuah titik pada bagian yang menaik dari kurva MC sesuai dengan harga yang diberikan mengukur kuantitas bahwa perusahaan akan memasok dengan harga itu. kurva penawaran jangka pendek ini perusahaan identik dengan porsi jangka pendek kurva MC-nya yang terletak di atas kurva AVC nya. fungsi penawaran adalah tidak didefinisikan untuk output kurang dari absis dari persimpangan yang MC dan kurva AVC. Kuantitas yang ditawarkan akan menjadi nol pada semua harga kurang dari ordinat dari titik ini. kurva penawaran ini perusahaan terdiri dari OA segmen dan SM di Gambar. 6-2. 
Perusahaan engan's MC jangka-pendek adalah fungsi dari output-nya: 
MC i = ID ~ (qi) (6-3) 
'Analisis saat ini disederhanakan dengan asumsi produksi yang dan semua penyesuaian lainnya terjadi secara instan. Mungkin akan lebih realistis untuk menganggap bahwa output diproduksi sebagai aliran kontinyu dan mantap. Jika produksi adalah suatu proses yang memakan waktu, perubahan dalam tingkat output tidak dapat segera terwujud. Waktu yang sangat singkat kemudian setiap jangka waktu yang lebih singkat dari periode yang selang antara perubahan di tingkat input dan perubahan yang sesuai pada tingkat output.
Periode Sangat Pendek 
Asumsikan bahwa pengusaha memutuskan setiap pagi berapa banyak untuk menghasilkan hari itu. output keputusan-Nya adalah langsung dilaksanakan, dan ia menghabiskan sisa hari mencoba menjual output di harga tertinggi. Dia tidak bisa meningkatkan produksi di siang hari dan menjual saham komoditas tertentu. " Karena sebuah ° q output telah dihasilkan, biaya marjinal dari setiap output kurang dari q 'adalah nol. Output tidak dapat ditingkatkan melebihi titik ini dalam waktu yang sangat singkat, dan biaya marjinal output yang lebih tinggi dapat dianggap tak terbatas. Kurva biaya marjinal diwakili oleh garis vertikal pada titik ini. 
Perusahaan ini memaksimalkan keuntungan dengan menjual kuantitas untuk yang MC = p. Karena MC dari setiap output kurang dari q 'adalah nol dan MC dari setiap output lebih besar dari q' adalah tidak terbatas, persamaan MC = p tidak dapat puas, dan perusahaan akan memperluas penjualan ke titik di mana harga berhenti melebihi MC 
.Oleh karena itu, akan menjual seluruh output (yaitu, stok seluruh komoditi) pada harga yang berlaku. " Ini memaksimalkan keuntungan, karena harga yang berlaku adalah harga tertinggi di mana output dapat dijual. Kuantitas penjualan tidak merespon terhadap perubahan harga. Secara umum, fungsi penawaran agregat menyatakan jumlah yang akan diberikan oleh semua produsen sebagai fungsi dari harga. Karena output dari setiap perusahaan adalah tetap, penawaran agregat komoditi juga diberikan dan tidak tergantung pada harga. Kurva penawaran adalah garis vertikal, dan jarak dari sumbu harga sama dengan jumlah output dari perusahaan-perusahaan individual. 
Jangka Pendek 
Fungsi pasokan dari negara perusahaan yang bersaing sempurna kuantitas yang akan menghasilkan sebagai fungsi dari harga pasar dan dapat diturunkan dari kondisi orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan. Horizontal koordinat sebuah titik pada bagian yang menaik dari kurva MC sesuai dengan harga yang diberikan mengukur kuantitas bahwa perusahaan akan memasok dengan harga itu. kurva penawaran jangka pendek ini perusahaan identik dengan porsi jangka pendek kurva MC-nya yang terletak di atas kurva AVC nya. fungsi penawaran adalah tidak didefinisikan untuk output kurang dari absis dari persimpangan yang MC dan kurva AVC. Kuantitas yang ditawarkan akan menjadi nol pada semua harga kurang dari ordinat dari titik ini. kurva penawaran ini perusahaan terdiri dari OA segmen dan SM di Gambar. 6-2. 
Perusahaan engan's MC jangka-pendek adalah fungsi dari output-nya: 
MC i = ID ~ (qi) (6-3) 
'Analisis saat ini disederhanakan dengan asumsi produksi yang dan semua penyesuaian lainnya terjadi secara instan. Mungkin akan lebih realistis untuk menganggap bahwa output diproduksi sebagai aliran kontinyu dan mantap. Jika produksi adalah suatu proses yang memakan waktu, perubahan dalam tingkat output tidak dapat segera terwujud. Waktu yang sangat singkat kemudian setiap jangka waktu yang lebih singkat dari periode yang selang antara perubahan di tingkat input dan perubahan yang sesuai pada tingkat output.

Fungsi pasokan perusahaan i diperoleh dari kondisi orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan dengan membiarkan p = INIC dan memecahkan (6-3) untuk qi = Si: 
S, = Si (p) untuk p ~ _! 
min AVC 
Si = 0 untuk p <min AVC 
Fungsi penawaran agregat untuk Q diperoleh dengan menjumlahkan fungsi n pasokan individu. Pasokan agregat adalah 
S = E Si (p) = SW 
i = i 
Kurva penawaran agregat adalah jumlah horizontal kurva penawaran individu. 
Kondisi kedua agar keuntungan maksimum membutuhkan kurva MC akan meningkat.fungsi penawaran ini perusahaan naik monoton Oleh karena itu, untuk harga pada atau di atas AVC minimum. Jumlah horizontal naik monoton fungsi itu sendiri naik monoton, dan dengan demikian fungsi penawaran agregat jangka pendek memiliki kemiringan positif. " 
Biarkan kurva total biaya menjadi 
Ci = 0-LQ, - 2q; + 15qi + 10 
Kemudian Wi = 0.3qj - 4Q; + 15 
Setting MCj = p dan pemecahan untuk qi, t
q 4 + V1.2p - 2 j = Si =
0.6
Fungsi penawaran individu relevan untuk semua harga lebih besar dari, atau samadengan, AVC minimum. Fungsi AVC adalah
AVCj = 0. 1 qq, - 2qj + 15
Titik minimum fungsi AVC terletak dengan mengatur derivatif sehubungan dengansama Qj ke nol dan pemecahan untuk qi: f
d 0.2qj _ (AVCi) - 2 = 0 Q = 10
dqj
Mengganti Q = 10 dalam fungsi AVC memberikan nilai 5. Bila harga kurang dari 5dolar, perusahaan akan menemukannya paling menguntungkan untuk menghasilkanoutput. Fungsi penawaran ini perusahaan adalah

Jangka Panjang

Jangka panjang output optimal ini perusahaan ditentukan oleh kesetaraan harga danMC jangka panjang. Zero output yang dihasilkan dengan harga kurang dari AC, danfungsi penawaran jangka panjang perusahaan terdiri dari bagian jangka panjang fungsiMC untuk yang MC melebihi AC. Penurunan matematis dari fungsi penawaran agregatjangka panjang mirip dengan penurunan fungsi penawaran jangka pendek. Fungsi MCdari perusahaan i adalah
            MCj = VI (Qj) i n
Setting p = MCj dan pemecahan untuk Q = Si
            Si = Si (p) i = 1, ... , n                                                                                                   (6-5)

Fungsi penawaran agregat ini kemudian diperoleh dengan menambahkan fungsi npenawaran individu dalam (6-5). Dengan tidak adanya pengaruh eksternal pasokanjangka panjang
(6-4) fungsi kemiringan positif untuk alasan yang sama sebagai fungsi penawaran jangka pendek.

Eksternal Ekonomi dan disekonomis 

total biaya perusahaan individu telah dianggap hanya merupakan fungsi dari tingkat outputnya. Namun demikian, biaya total perusahaan mungkin sering tergantung pada tingkat output industri secara keseluruhan. ekonomi eksternal direalisasikan jika ekspansi output industri menurunkan kurva biaya total setiap perusahaan dalam industri. disekonomis Eksternal direalisasikan jika ekspansi output industri menaikkan kurva biaya total setiap perusahaan. " ekonomi eksternal atau disekonomis bisa disebabkan oleh banyak faktor. Perluasan output industri dapat menyebabkan angkatan kerja lebih terlatih dan lebih efisien, dengan pengurangan konsekuensi dalam biaya dari perusahaan i tanpa penurunan output sendiri; pengurangan output industri dapat mengakibatkan kurangnya pelatihan dan akibat peningkatan biaya perusahaan i.disekonomis eksternal bisa terjadi jika peningkatan output industri melaju harga bahan baku dan dengan demikian meningkatkan biaya total perusahaan i. 
Asumsikan pada umumnya bahwa biaya jangka panjang perusahaan i bergantung pada tingkat output industri serta tingkat output sendiri. " 
Ci = (Di (qi, q) i = 1, 2_ ... N 
dimana Q adalah output dari perusahaan i dan q = 1 "=, q,. pengusaha Setiap menyediakan sebagian kecil dari output industri dan memaksimalkan keuntungan sehubungan dengan output sendiri pada asumsi bahwa tingkat keluaran tidak mempengaruhi output industri Tingkat fungsi keuntungan adalah 
i7i = Rj - Ci i = 1, 2,. ... n 
dimana Ri = pqj. Membedakan -,, saya berkenaan dengan Qj (mempertimbangkan q konstan), 7T, sehubungan dengan q2, dll, dan mengatur derivatif parsial yang dihasilkan sama dengan nol: 
AAR-= a 0i (Qj, q) 
dqi P - dqi 0 i = 1.2-n (6-6) 
Kondisi kedua agar mengharuskan 02 (Di (q. q) / • ~ q2,> 0 untuk semua i, = 1 2, n.Mengganti q = 2 ", qi, penyelesaian sistem persamaan n diberikan oleh (6-6) untuk q,, dan menulis Si = qi,
            S, = SO) S2 = SAP)
            (6-7) S. = S. (P)

Setiap pengusaha mendasarkan perilakunya pada fungsi MC nya sendiri. Setiap ¬ observasi Ves atau mengantisipasi output industri dan memilih output untuk menyamakan harga dan biaya marjinal. Jika semua pengusaha mengantisipasi output industri yang sama dan jika output industri ini konsisten dengan tingkat masing-masing output, tanpa penyesuaian lebih lanjut diperlukan. Jika tidak, beberapa atau semua MC individu kurva akan bergeser dari posisi diantisipasi mereka, dan pengusaha akan menyesuaikan tingkat output mereka Sejalan. Urutan ini akan berlanjut sampai tidak ada penyesuaian lebih lanjut diperlukan. Fungsi penawaran (6-7) menyatakan pasokan yang optimal masing-masing perusahaan sebagai fungsi dari harga setelah semua penyesuaian telah terjadi. Fungsi penawaran agregat diperoleh seperti sebelumnya dengan menambahkan fungsi penawaran individu (6-7): 
S Si (p) = S (P)
Fungsi penawaran agregat mungkin memiliki kemiringan negatif di hadapan ekonomi eksternal. Kondisi kedua agar mengharuskan bahwa individu MC kurva akan naik ketika output dari industri ini dianggap sebuah parameter yang diberikan. 
Pertimbangkan contoh sederhana di mana industri ini diwakili oleh dua perusahaan yang kompetitif dengan fungsi total biaya 
C, = aq, + (a + (3) 'ql + pqlq C2 = aq'2 + (a + P)' q2 +, 6q2q 
dimana q = Q + q2. Koefisien harus positif, jika tidak, biaya marjinal akan menjadi negatif bagi nilai cukup tinggi q, atau q2. 6 Koefisien mungkin memiliki tanda baik. Jika 0 <0 ada ekonomi eksternal, dan jika 0> 0 ada disekonomis eksternal. Kondisi orde pertama cor-menanggapi (6-6) adalah 
p - 2aq, - (a +, 6) 2 - pq = 0 p-2aq2_ (a + () 2-0q = 0 Penyelesaian persamaan ini untuk q, = S, dan q2 = S2, 
 Oleh karena itu, fungsi penawaran agregat linear pada kasus ini:
S = S1 + S2 - (P +
sebuah
+ (3)
Terlepas dari tanda (a + 13), titik potong dari kurva penawaran p = (a + / 3) 2> 0. Jikaada disekonomis eksternal ((> 0), kurva penawaran
akan memiliki kemiringan positif, dan pasokan akan meningkat lebih cepat denganharga daripada tidak ada disekonomis tersebut. Jika ada ekonomi eksternal (, 6 <0),kurva penawaran akan memiliki kemiringan positif atau negatif sebagai penyebut (a + ()adalah positif atau negatif 'Kurva penawaran jangka panjang akan kemiringan negatifhanya'. jika biaya pengurangan akibat output industri berkembang cukup besar untuk mengimbangi biaya meningkat karena output perusahaan berkembang.
64 COMMODITY- KESETIMBANGAN PASAR
 Keseimbangan Jangka Pendek 
Kekuatan-kekuatan pasar yang menentukan harga dan kuantitas penjualan dapat dianggap sebagai mewujudkan diri melalui permintaan agregat dan fungsi penawaran.Kemiringan permintaan fungsi [D '(p)] biasanya negatif. Kemiringan fungsi penawaran [S '(p)] adalah positif dalam ketiadaan ekonomi eksternal. S '(p) akan dianggap positif, kecuali dinyatakan khusus. 
Bayangkan bahwa pembeli dan penjual tiba di pasar tanpa pengetahuan-depan untuk apa yang akan menjadi harga yang sedang. Karena komoditi yang homogen, harga tunggal harus menang. Kuantitas yang diminta harus sama dengan kuantitas yang ditawarkan pada harga ekuilibrium: 
D (p) - S (p) = 0 (6-8) 
Jika persamaan tersebut tidak memiliki beberapa p = p,, pembeli dan penjual 'keinginan tidak konsisten: baik pembeli ingin membeli lebih dari penjual yang memasok, atau penjual yang memasok lebih dari pembeli ingin membeli. Persamaan dalam (6-8) memastikan bahwa pembeli dan penjual 'keinginan konsisten. 
Asumsikan bahwa produksi produsen seketika dan tiba di pasar tanpa output aktual.Pembeli dan penjual mencoba untuk masuk ke dalam kontrak yang menguntungkan bagi mereka. Setiap kali pembeli dan penjual masuk ke dalam kontrak, mereka berdua berhak untuk recontract dengan orang yang membuat tawaran yang lebih menguntungkan. 
Asumsikan bahwa konsumen beberapa membuat tawaran awal dan menawarkan harga dolar ° p untuk komoditi tersebut. Harga ini dicatat dan diumumkan oleh juru lelang yang merupakan pengamat yang tidak memihak dari proses perdagangan. Pembeli dan penjual akan berusaha untuk masuk ke dalam kontrak dengan satu sama lain pada ° p harga. Jika ° p lebih rendah dari harga ekuilibrium p,, konsumen yang bersedia membeli pada harga ini menemukan bahwa jumlah yang ditawarkan tidak cukup untuk memuaskan keinginan mereka. Beberapa konsumen yang belum mampu memenuhi permintaan mereka akan dibujuk untuk meningkatkan tawaran mereka dengan harapan penjual menggoda jauh dari konsumen lain. Segera setelah ini p harga yang lebih tinggi ") dicatat dan diumumkan oleh juru lelang, penjual istirahat kontrak lama mereka dan recontract pada harga yang lebih tinggi. Ketika harga tinggi yang ditawarkan 
...
Kuantitas yang diminta menurun, karena konsumen marjinal didorong keluar dari pasar dan permintaan konsumen masing-masing kurang. Bersamaan kuantitas yang ditawarkan oleh peningkatan penjual. Proses recontracting berlanjut selama Setelah diumumkan oleh juru lelang di bawah harga ekuilibrium, yaitu, sepanjang kuantitas yang diminta melebihi jumlah yang ditawarkan. Bila harga equili-brium tercapai, baik konsumen maupun produsen mempunyai insentif untuk recontract lebih jauh.Recontracting dihentikan, pengusaha di ¬ stantaneously memproduksi dan memberikan output yang mereka telah dikontrak, dan pertukaran selesai. Jika harga ° p sewenang-wenang awal terjadi melebihi p,, beberapa produsen tidak akan dapat menjual kuantitas yang merupakan jumlah yang optimal bagi mereka dengan harga itu. Mereka tidak dapat menemukan konsumen yang ingin masuk ke dalam kontrak dengan mereka. Untuk menghindari hasil seperti itu, para penjual yang tidak mampu untuk mencari pembeli dengan harga awal akan mengurangi harga. Konsumen yang memiliki kontrak dengan harga yang lebih tinggi akan menemukan iklan ¬ vantageous untuk recontract. Proses recontracting berlanjut sampai harga ekuilibrium tercapai. Ketika p, didirikan, baik pembeli dan penjual 'keinginan puas, dan tidak ada yang bisa mendapatkan keuntungan dari recontracting lebih lanjut. 
Keseimbangan harga-kuantitas kombinasi harus memenuhi kedua fungsi permintaan dan penawaran. Ini adalah kombinasi harga-kuantitas yang keinginan pembeli dan penjual yang konsisten satu sama lain. Harga keseimbangan ditentukan dengan menyelesaikan kondisi kesetimbangan (6-8) untuk p. Sebuah kuantitas ekuilibrium ditentukan dengan mensubstitusikan harga keseimbangan baik dalam permintaan atau fungsi penawaran. Karena keseimbangan harga-kuantitas com bination ¬ memenuhi kedua kurva permintaan dan kurva penawaran, operasi di atas setara dengan mencari koordinat titik persimpangan permintaan dan kurva penawaran. 
Asumsikan bahwa kurva permintaan dan penawaran 
S = DI D =-50p + 250 3 P 
Settin.c, D - S = 0, 
-50p + 250-03P = 0 dan oleh karena itu 
p = 3 D = S = 100 Fungsi-fungsi ini diilustrasikan pada Gambar. 
6-3. 
Long-Run Equilibrium 
Jika ukuran tanaman adalah variabel, keseimbangan antara perusahaan yang ada di pasar diberikan oleh persimpangan dari kurva penawaran jangka panjang dengan kurva permintaan sesuai ¬ ing. Biaya jangka panjang dan kurva penawaran termasuk "laba yang normal," yaitu, remunerasi minimum yang diperlukan bagi perusahaan untuk tetap ada. Ini adalah keuntungan yang menimbulkan kepada pengusaha sebagai pembayaran untuk layanan manajerial, untuk menyediakan organisasi, untuk bantalan risiko, dll.

jika perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran jangka panjang terjadi pada harga dimana perusahaan dalam industri yang berpenghasilan lebih dari laba yang normal, pengusaha baru dapat dirangsang untuk masuk. Asumsi Guaranteed masuk gratis-tee bahwa mereka mampu untuk memasuki industri, menghasilkan produk homogen yang sama, dan memiliki informasi yang lengkap sama dengan perusahaan lama. Para produsen baru akan menambah pasokan mereka untuk pasokan yang sudah ada, dan sebagai hasilnya kurva penawaran jangka panjang akan bergeser ke kanan. produsen baru akan terus masuk selama mereka dapat membuat keuntungan yang positif, dan kurva penawaran akan terus bergeser ke kanan sampai persimpangan dengan kurva permintaan menentukan harga di mana pendatang baru akan mendapatkan keuntungan nol.
Argumen berbicara dapat dibuat untuk kasus di mana perusahaan yang ada membuat kerugian. Beberapa perusahaan akan menarik diri dari industri, dan penawaran agregat akan berkurang, kurva penawaran akan bergeser ke kiri. Perusahaan akan terus meninggalkan industri ini sampai persimpangan dari kurva permintaan dengan kurva penawaran menentukan harga yang kerugian (dan karena itu keuntungan) adalah nol untuk perusahaan biaya tertinggi dalam industri.
Permintaan harus sama dengan pasokan, dan potensi keuntungan pendatang baru harus sama dengan nol untuk ekuilibrium jangka panjang. Fungsi pasokan perusahaan i adalah Si = Sj (p). Misalkan n adalah jumlah perusahaan dalam industri. Dengan asumsi bahwa semua perusahaan yang identik dengan fungsinya biaya mereka, fungsi penawaran agregat adalah
S (P) = NSI (p) (6-9) Seperti sebelumnya, fungsi permintaan agregat
D = D (p) (6-10)
Selain persamaan permintaan dan penawaran, ekuilibrium jangka panjang mengharuskan laba sama dengan nol untuk setiap perusahaan:
7Ti = PS, - (S%,) = 0 (6-11 
dimana (D (Si) adalah total biaya jangka panjang perusahaan i untuk output Q = Si = STN Persamaan (6-11) memerlukan kesetaraan harga dan AC:.. p = (D (Sj) 1Sj Persamaan (6-8) untuk (6-11) umumnya dapat diselesaikan untuk variabel-variabel (D, Sj, p, n) Dalam jangka panjang kekuatan persaingan sempurna tidak hanya menentukan harga dan kuantitas,. tetapi jumlah perusahaan dalam industri juga.
Argumen ini diilustrasikan pada Gambar. 6-4. Sisi kiri dari diagram menunjukkan kurva biaya sebuah perusahaan khas atau "perwakilan". Sisi kanan menunjukkan permintaan pasar dan kurva penawaran dengan skala horisontal terkompresi. Keseimbangan akhir dari titik pandang industri adalah di persimpangan kurva permintaan dan penawaran, dengan ketentuan bahwa keuntungan adalah nol. Dari titik pandang pengusaha, keseimbangan dicapai saat harga sama dengan MC dan AC. Optimum dipastikan dengan p = MC, dan nol keuntungan dengan p = AC. Setiap perusahaan beroperasi pada titik minimum kurva AC dalam ekuilibrium jangka panjang, karena AC = MC pada titik minimum kurva AC. 
Pasokan jangka panjang kurva S didefinisikan untuk memasukkan pasokan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah di pasar, tetapi bukan pasokan produsen potensial. Perusahaan yang membuat keuntungan positif dalam situasi yang ditandai dengan kurva supply S (Gbr. 6-4b). perusahaan baru masuk, dan pergeseran kurva penawaran untuk S '. Jika kurva penawaran telah didefinisikan untuk mencakup semua persediaan (oleh produsen aktual dan potensial, seperti di S *), perpotongan kurva permintaan dan penawaran akan menentukan ekuilibrium akhir tanpa pergeseran. S kurva penawaran diberikan untuk n tetap dalam (6-9). S * diperoleh dari (6-11) dengan membiarkan AC p minimal sama. The jangka panjang industri penyediaan horizontal kurva * S juga jangka panjang AC industri kurva dan kurva jangka panjang nya MC dalam kasus ini. Dalam Sec. 5-1 itu menunjukkan bahwa fungsi produksi homogen derajat satu menghasilkan AC konstan = MC untuk harga faktor tetap dan menghasilkan tingkat keuntungan nol oleh Teorema Euler jika input dibayar nilai produk marjinal mereka .
. Kondisi ini sama dengan yang untuk industri secara keseluruhan dalam situasi yangdigambarkan pada Gambar. 6-4. Oleh karena itu, sering diasumsikan bahwa industrimemiliki fungsi produksi jangka panjang homogen satu derajat meskipun perusahaandalam industri tidak.
Kurva penawaran jangka-panjang tidak selalu horizontal. Kurva penawaran akanmiring ke atas jika perusahaan tidak memiliki fungsi biaya identik dan tidak ada saling hapus ekonomi eksternal. Ekonomi Eksternal (disekonomis) dapat menghasilkan ke bawah (ke atas) kurva penawaran miring jangka panjang dalam hal biaya-fungsi ¬identik






Biaya Diferensial Kondisi dan Sewa

Asumsi simetri letaknya mudah dicapai untuk tujuan eksposisi, tetapi tidak diperlukanuntuk mencapai kesetimbangan. Perusahaan dapat memilih teknologi mereka sendiri,pengusaha mungkin berbeda berkaitan dengan kemampuan pengorganisasian, dan mereka mungkin memiliki tanaman dibangun dari ukuran yang berbeda sebagai akibatdari ekspektasi harga berbeda. Beberapa pengusaha mungkin memiliki faktor langkaseperti tanah subur yang tidak tersedia bagi orang lain. Dalam salah satu kondisi fungsibiaya dari semua perusahaan mungkin tidak identik.
Asumsikan bahwa ada dua jenis perusahaan. AC mereka jangka panjang dan kurvaMC akan ditampilkan dalam bagian (a) dan (b) Gambar. 6-5. Bagian (c) menunjukkankurva industri penawaran dan kurva permintaan lima hipotetis. Kurva penawaranberdasarkan asumsi bahwa ada lima puluh perusahaan dalam setiap kategori.Asumsikan bahwa jumlah perusahaan di setiap kategori tidak bisa ditingkatkan.Sebagai contoh, jumlah produsen berbiaya rendah (kategori I) dapat unalterablydiberikan oleh kuantitas dari beberapa sumber daya yang langka seperti tanah subur.Perusahaan baru tidak bisa masuk kategori I meskipun perusahaan-perusahaan dalam kategori ini adalah membuat keuntungan.
Pertimbangkan D4 kurva permintaan. Setiap perusahaan murah menghasilkan output.16 unit, dan masing-masing perusahaan lain menghasilkan output dari 10 unit. Yang terakhir ini beroperasi pada titik minimum kurva AC mereka dan memperoleh keuntungan
normal

Setiap perusahaan murah mendapatkan satu unit laba NNI di atas normal. Jika kurva permintaan bergeser ke D2, semua perusahaan biaya tinggi (kategori II) akan meninggalkan industri ini, tetapi setiap perusahaan murah akan tetap mendapatkan keuntungan positif yang sama. Mereka akan mendapatkan keuntungan positif bahkan jika kurva permintaan adalah D1. Dengan D3 beberapa, tapi tidak semua, dari perusahaan biaya tinggi akan meninggalkan industri. Mereka yang tersisa akan memperoleh laba normal. Jika kurva permintaan adalah D5, semua perusahaan dalam industri itu akan mendapatkan keuntungan lebih dari normal, dan kelompok ketiga perusahaan (tidak ditampilkan pada Gambar. 6-5) mungkin akan menguntungkan untuk memasuki industri. Perusahaan-perusahaan murah masih akan berada di posisi yang paling menguntungkan. 
Asumsikan bahwa fungsi total biaya perusahaan perwakilan dalam dua kategori 
Cu = 0.64q 'li - 0.8q' li + 10qli C2i 0.04q 3 2, 
V-0.8q2 +20 q2i
Fungsi biaya rata-rata dan marjinal yang sesuai adalah 
MC 0.12q;; 2
 - 1.6q, i + 10 MC2i = 0 - 12q2i - 1.6q2i + 20 
ACIi 0.04q;; 2
1i - 0.8q, j + 10 AC,; = 0.04q2i - 0.8q2i + 20 
Titik-titik minimum kurva biaya rata-rata masing-masing berada di q1i poin = 10, p = 6, dan q2i = 10, p = 16. Kurva penawaran dari sebuah perusahaan murah individu diperoleh dengan menetapkan AIC, i = p: 
p = 0. 12q 2
1i - 1.6q, i + 10 
Memecahkan persamaan kuadrat untuk qu, 
q1i - 1,6 ± V2.56 - 0,48 (10 - p) 
0.24
Tanda minus sebelum akar kuadrat harus dikesampingkan karena sesuai dengan situasi di mana kedua-order kondisi perusahaan individu untuk memaksimalkan tidak terpenuhi. Mengganti SLI untuk q1i, kurva penawaran nya adalah
Sli 0
S          1.6+1/2.56-0.48(10-p)       ,
0.24
Dengan alasan analog kurva penawaran dari perusahaan biaya tinggi perwakilannya adalah:
S2i = 0
S2i = 1.6+1/2.56-0.48(20-p) 0.24


Mempertahankan asumsi bahwa ada lima puluh perusahaan dalam setiap kategori
fungsi penawaran agregat digambarkan oleh satu set tiga persamaan berikut:
S = O jika 0 :-!!:-: P <6
5=501.6=1/2.56 - 0.4&_10-p)                                                                     if 6:-5 p < 16 0.24


Asumsikan bahwa kurva permintaan yang relevan adalah D yang memiliki persamaan D =-100p - 2050 
Segmen yang relevan dari kurva penawaran diberikan oleh 
S = 501,6 +1 / 2.56-0.48 (10-p) 
0.24 
Mengatur D = S dan pemecahan untuk p dan S memberikan p = 13, S = 750.t Jika p = 13, setiap perusahaan murah] akan menghasilkan 15 unit dengan biaya rata-rata 7 dolar. Perusahaan-perusahaan biaya tinggi menghasilkan apa-apa. Jumlah total adalah, sebagaimana ditentukan dengan menyelesaikan hubungan permintaan dan penawaran, (50) (15) = 750 unit. Setiap perusahaan murah mendapatkan sebuah pro5t 90-dolar.
Murah perusahaan dapat menghasilkan pada AC lebih rendah dari yang lain karena mereka memiliki beberapa faktor yang langka, seperti tanah subur, yang tidak tersedia untuk yang kedua. Jika kurva permintaan memotong kurva penawaran pada titik di mana beberapa perusahaan memperoleh lebih dari laba yang normal, keuntungan keuntungan yang cukup besar dinikmati oleh mereka yang memiliki sumber daya yang langka. Beberapa (potensial) produsen, melihat keuntungan jalur yang dilakukan oleh perusahaan •-biaya lo, pasti ingin membujuk pemilik tanah subur (tuan tanah) untuk menyewa itu keluar untuk mereka daripada perusahaan saat ini mempekerjakan itu.Mereka akan mencoba untuk mencapai hal ini dengan menawarkan untuk membayar lebih untuk penggunaan lahan dari perusahaan yang telah ada membayar. Pengguna ini akan cocok dengan tawaran ini sampai kompetisi melaju jumlah yang dibayarkan untuk penggunaan lahan subur ke titik di mana tidak ada keuntungan keuntungan diferensial dapat diperoleh dari menggunakan itu. Pemilik demikian akan dapat tepat dari perusahaan menggunakan sumber daya yang langka seluruh keuntungan mereka yang melebihi normal. Jumlahnya sehingga dituntut adalah sewa yang dibayar oleh pengusaha untuk penggunaan sumber daya yang langka. Orang mungkin menyimpulkan bahwa tidak ada keuntungan dapat diturunkan dari menjadi produsen lebih efisien (murah): keuntungan keuntungan diferensial dihapuskan oleh sewa tambahan bahwa produsen murah harus membayar. Dalam contoh ini, sumber daya langka yang digunakan oleh setiap perusahaan murah mendapatkan sewa 90 dolar.Jika seorang pengusaha terjadi untuk memiliki sumber daya yang langka sendiri, tidak ada pembayaran sebenarnya akan berlangsung, dan sewa akan bertambah padanya. 
. Sewa demikian didefinisikan sebagai bagian dari pendapatan perusahaan atauseseorang yang berada di atas jumlah minimum yang diperlukan untuk mempertahankan orang atau perusahaan dalam pekerjaan yang diberikan. Apakah itusebenarnya dibayarkan kepada pemilik sumber daya yang langka tidak material.Distributif saham dibedakan oleh fungsi-tion, dan bukan oleh individu kepada siapamereka bertambah.

6-5 APLIKASI ATAS PERPAJAKAN 

Sebuah pajak penjualan umumnya perubahan tingkat output optimal pengusaha individu. Ini menggeser kurva penawaran individu dan karena itu juga kurva penawaran agregat. 
Hal ini mengubah kombinasi keseimbangan harga-kuantitas.Penjualan valorem pajak baik tertentu atau iklan. Pajak khusus dinyatakan dalam hal jumlah dolar yang pengusaha harus membayar per unit terjual. Sebuah pajak ad valorem dinyatakan dalam bentuk persentase dari harga penjualan. 
Asumsikan bahwa pajak penjualan pajak tertentu dolar ton per unit. Biaya total pengusaha representatif 
Ci = ¢ (qi) + bi + tqj 
Kondisi orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan mengharuskan dia untuk menghasilkan tingkat output yang MC = p: 
0 '(q) + t = p 
atau 6 '(qi) = p - t (6-12) 
Pengusaha menyamakan biaya marjinal dari produksi ditambah pajak unit harga. Kondisi orde kedua mensyaratkan bahwa kurva MC akan meningkat. fungsi penawaran Pengusaha adalah diperoleh dengan menyelesaikan (6-12) untuk Qj Qj dan pengaturan = Si untuk semua harga lebih besar dari, atau sama dengan, AVC minimum: 
S, = SO - 0 
Fungsi penawaran agregat diperoleh dengan menjumlahkan fungsi suplai individu: 
S Si (P - 0 = S (P - 0 
Pasokan agregat merupakan fungsi dari harga bersih (p - t) yang diterima oleh penjual.Jika, dengan tidak adanya pajak penjualan, penawaran agregat adalah 'unit pada harga P' S dolar, pengusaha akan memasok jumlah yang sama S 'dengan pajak penjualan I dolar jika harga yang dibayar oleh konsumen adalah p' + 1 
dolar. Hal ini setara dengan pergeseran vertikal ke atas kurva penawaran dengan 1 dollar. Pengusaha bersedia untuk memasok kurang dari sebelumnya di setiap harga. Dalam rangka untuk menentukan kombinasi keseimbangan harga-kuantitas, permintaan ditetapkan sama untuk memasok, 
D (p) - S (p - t) = 0
 dan memecahkan untuk p. 
...


Membiarkan tarif pajak ad valorem menjadi 100V persen dari harga penjualan. Untuk-al biaya 
Ci = o (q) + b vpqi 
Setting MC ditambah pajak sebesar harga satuan, 
0 '(Qj) + vp p 
atau 0 '(qi) = p (l - v) 
Oleh karena itu fungsi penawaran individu 
Si = SJP (I - 01 
dan fungsi penawaran agregat adalah 
S SAP (, - 01 = SIP0 - 01 
pasokan agregat adalah fungsi dari harga bersih, dan pajak penjualan melibatkan pergeseran ke atas kurva penawaran yang sebanding dengan tetangga: dari kurva penawaran asli di atas sumbu kuantitas. Keseimbangan kombinasi kuantitas harga lagi ditentukan dengan menetapkan permintaan sama dengan penawaran. 
Biarkan industri ini terdiri dari 100 perusahaan dengan fungsi biaya identik-,; 
Ci 0.lq1? + Q + 10 
Setting MC sebesar harga, pemecahan untuk Q, dan pengaturan Qj = Sj, 







1000 2000 3000 4000 Gambar 6-6 
Maka fungsi penawaran agregat adalah 
S = O jika P <I + t 
5 = 500 (p-t) -500 jika p? I + permintaan Mengatur t sebesar penyediaan dan penyelesaian untuk p, P = 5 19 t 
Jika tingkat pajak adalah 90 sen per unit penjualan, keseimbangan harga-kuantitas kombinasi adalah 
p = 5,50 D = S = 1800 
naik harga dan kuantitas yang dijual berkurang sebagai akibat dari pajak. Kenaikan harga kurang dari jumlah pajak unit. Peningkatan 50 persen dalam harga menyatakan bahwa bagian dari pajak unit yang diteruskan kepada konsumen, sisa 40 sen adalah beban pengusaha. Contoh digambarkan pada Gambar. 6-6. Kurva penawaran adalah S sebelum dan S 'setelah pajak dikenakan. Pajak ini 90 sen, jarak vertikal antara S dan S '. Harga yang dibayarkan naik dari 5 dolar sampai 5,50, dan harga yang diterima oleh para pengusaha jatuh ke 4,60. Pembaca dapat memverifikasi bahwa proporsi pajak unit diteruskan kepada konsumen adalah lebih besar, lebih kecil adalah lereng (aljabar) dari kurva permintaan dan penawaran. ceteris paribus, harga bervariasi secara langsung, dan kuantitas berbanding terbalik dengan tarif pajak. " 

6-6 FAKTOR-N11ARKET EKUILIBRIUM 

Bagian atas terbatas untuk membersihkan pasar komoditas ¬ mar persaingan sempurna. Analog kesimpulan dapat dicapai berkenaan dengan pasar  untuk input yang nonproduced faktor produksi. Sebuah pasar Faktor bersaing sempurna jika (1) faktor yang homogen dan pembeli yang berbeda bisa dibedakan dari titik penjual pandang, (2) pembeli dan penjual sangat banyak, (3) baik pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna, dan (4 pembeli) dan penjual bebas untuk memasuki atau meninggalkan dalam jangka panjang. Konsumen membeli komoditi karena mereka berasal kepuasan dari mereka. Masukan dibeli demi kontribusi yang mereka buat untuk produksi. kurva permintaan untuk produk akhir yang berasal dari fungsi utilitas konsumen pada asumsi maksimisasi utilitas. kurva permintaan ini untuk masukan berasal dari fungsi produksi pada asumsi maksimisasi keuntungan. 
Fungsi Permintaan 
kombinasi input optimum Seorang pengusaha rasional yang memenuhi kondisi bahwa harga tiap input sama dengan nilai dari NFP. Kondisi orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan diselesaikan di Sec. 4-3 untuk mendapatkan masukan perusahaan tuntutan sebagai fungsi dari harga input dan harga produk. Untuk kasus satu-output-dua-input: 
Di I = Di I (ri, r2, p) A2 = Diar,, r2, p) 
dimana Dij permintaan perusahaan i untuk i input. Dengan asumsi bahwa semua harga lain konstan, dan mengabaikan subskrip input, fungsi permintaan perusahaan i untuk input tertentu 
Di = D, (r) 
dimana r adalah harga input. Fungsi permintaan agregat diperoleh dengan menjumlahkan fungsi permintaan individu. Jika ada perusahaan m menuntut input,
D D, (r) = D (r) 
Dalam Sec. 4-3 itu menunjukkan bahwa kurva permintaan masukan individu selalu negatif miring. Oleh karena itu, kurva permintaan agregat masukan juga selalu
gg kemiringan negatif, yaitu, aDlar <0. 
Pasokan Fungsi 
Masukan baik primer atau diproduksi. Diproduksi input adalah output dari beberapa perusahaan lain. Fungsi penyediaan input yang dihasilkan adalah fungsi penawaran agregat dari perusahaan yang memproduksinya. fungsi tersebut diturunkan dalam Sec.4-3. prosedur yang berbeda digunakan untuk nonproduced faktor seperti tenaga kerja, yang biasanya diasumsikan dalam kepemilikan konsumen yang menjualnya kepada produsen untuk memperoleh penghasilan untuk membeli komoditi. Kadang-kadang diasumsikan bahwa konsumen akan menjual saham mereka di seluruh 
apapun harga pasar mungkin berlaku. Dalam hal ini fungsi penawaran faktor adalah garis lurus vertikal dengan absis sama dengan saham faktor agregat. Kasus yang lebih menarik adalah satu di mana konsumen utilitas keuntungan dari mempertahankan sebagian atau seluruh saham faktor mereka. 
Untuk kasus tenaga kerja diasumsikan di Sec. 2-4 bahwa utilitas adalah fungsi dari waktu luang dan penghasilan: 
U = g (T - W, y) 
dimana T adalah jumlah waktu yang tersedia (panjang periode yang fungsi utilitas yang ditentukan) dan W jumlah pekerjaan yang dilakukan dalam bentuk jam. Hal ini menunjukkan bahwa individu-memaksimalkan utilitas mengalokasikan waktunya antara kerja dan waktu luang dengan cara seperti yang 
LL = r (6-13) 92 
di mana r adalah tingkat upah dan gi adalah turunan parsial dari fungsi utilitas sehubungan dengan argumen engan nya. The gi's bergantung pada pendapatan dan jumlah pekerjaan yang dilakukan. Sejak rw y =, (13/06) hanya berisi variabel r dan W. Solving (6-13) untuk W dan setting W = Si, pasokan tenaga kerja fungsi individu i adalah 
Si = Si (r) 
Fungsi penawaran menyatakan jumlah pekerjaan yang individu bersedia untuk melakukan sebagai fungsi dari tingkat upah. Fungsi penawaran agregat diperoleh dengan menjumlahkan fungsi pasokan individu. Jika ada n di-dividuals yang bersedia untuk memasok tenaga kerja di beberapa tingkat upah, fungsi penawaran agregat adalah 
S Si (r) = S (r) 
Kurva penawaran mungkin memiliki kemiringan negatif, kemiringan positif, atau keduanya. Jika waktu luang individu nilai tinggi dan lebih peduli dengan bertambahnya waktu mereka untuk bersantai daripada meningkatkan pendapatan mereka, kurva Penyediaan tenaga kerja dapat kemiringan negatif: semakin tinggi upah, pekerjaan kurang dilakukan. 
Pasar Equilibrium 
Mengingat fungsi permintaan dan penawaran untuk input seni keseimbangan harga-kuantitas kombinasi ditentukan dengan menerapkan kondisi ekuilibrium D = S. Pasar kekuatan mirip dengan yang dibahas dalam Sec. 6-4 akan mengubah situasi yang ada setiap kali harga sebenarnya berbeda dari harga keseimbangan. Equilibrium tercapai hanya bila kuantitas yang diminta sama dengan jumlah yang disediakan. Seperti di pasar produk, peserta tidak dapat meningkatkan posisinya dengan recontracting setelah keseimbangan telah dicapai. 
Karena harga-kuantitas keseimbangan kombinasi harus terletak pada kedua kurva permintaan dan penawaran , juga harus memenuhi kesetimbangan produsen kondisi dari mana kurva permintaan berasal. Harga ekuilibrium input selalu sama dengan nilai produk marginal tersebut; yaitu, nilai dolar yang dihabiskan untuk masukan marjinal adalah sama digunakan setiap '. kesetaraan ini merupakan kondisi yang diperlukan untuk memaksimalkan keuntungan, dan setiap pengusaha bisa mencapai titik optimal di pasar yang bersaing sempurna jika kedua-perintahnya kondisi untuk memaksimalkan terpenuhi. 
6-7 EKSISTENSI dan keunikan KESETIMBANGAN 
Sejauh ini, analisis keseimbangan pasar telah didasarkan pada asumsi bahwa keseimbangan harga-kuantitas yang unik ada untuk setiap pasar yang terisolasi dalam penyelidikan. Hal ini tidak sulit untuk membangun contoh yang selama ini asumsi adanya dilanggar: penawaran dan permintaan tidak sama pada setiap kombinasi harga-kuantitas negatif. Demikian juga, contoh ada yang asumsi keunikan dilanggar: penawaran dan permintaan yang sama pada lebih dari satu kombinasi harga-kuantitas negatif. Bagian ini terbatas pada pengamatan umum dan diskusi tentang beberapa kasus tertentu. Masalah eksistensi dan ketunggalan dianggap lebih mendalam dalam kerangka multimarket di Chap. 
10. 
Adanya 
Sebuah ekuilibrium pasar yang kompetitif akan ada jika ada satu atau lebih harga non-negatif di mana permintaan dan penawaran adalah sama dan tak negatif. Dalam hal diagram konvensional, keseimbangan akan ada jika permintaan dan kurva penawaran memiliki setidaknya satu titik yang sama di kuadran negatif. 
Tiga situasi di mana kurva penawaran dan permintaan memiliki gunanya umum digambarkan pada Gambar. 
6-7. Pasokan melebihi permintaan pada setiap harga non-negatif untuk kasus digambarkan pada Gambar. 6-7a. Tidak ada keseimbangan sesuai dengan definisi yang diberikan di atas. Definisi keseimbangan mudah diperluas untuk menutup kasus ini. Biarkan p = 0 jika S (0)> D (0). Seorang yang baik bebas memiliki harga nol dan ditandai oleh kelebihan pasokan lebih dari permintaan. Konsumen bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan untuk apa-apa. Udara dan air dapat dianggap barang bebas. Sampai air titik kritis mungkin berada di sana untuk mengambil.Selain ini pemurnian titik dan transportasi dapat menjadi diperlukan dan mengarah pada harga penawaran yang positif. 
Gambar. 6-7b mencakup kasus di mana harga permintaan kurang dari harga penawaran pada setiap output negatif. Jumlah yang konsumen bersedia untuk membayar tidak memadai untuk mengkompensasi produsen. Pasar kesetimbangan tidak ada oleh definisi sejauh diberikan. Sekali lagi adalah mungkin untuk memperluas definisi untuk menutupi kasus-kasus tersebut. Sebuah keseimbangan ada dengan nol output jika harga penawaran melebihi harga permintaan untuk semua keluaran negatif. Hal ini teknologi memungkinkan untuk memproduksi solid-gold kotak makan siang sekolah, tetapi tidak diproduksi karena orangtua tidak bersedia membayar cukup untuk memungkinkan produsen untuk menutupi biaya mereka. 
Kasus-kasus bebas-baik dan nol-produksi yang berarti. Mereka dilindungi oleh metode umum yang diuraikan dalam Bab. 
10. Banyak kasus lain di mana kesetimbangan tidak bisa dicapai adalah hasil dari spesifikasi model miskin. Jika kasus tersebut ditemukan, asumsi dari produser mereka di bawah-berbaring dan model konsumen harus diubah dalam rangka memberikan kerangka yang berarti untuk analisis. Gambar 6-7c memberikan contoh. Permintaan melebihi penawaran untuk setiap harga, dan tidak ada yang berarti antar pretation ¬ yang dapat ditempatkan pada situasi ini. 
Keunikan 
Ada kemungkinan bahwa lebih dari satu ekuilibrium ada, yaitu, bahwa permintaan dan penawaran adalah sama di lebih dari satu kombinasi harga-kuantitas negatif. Titik A dan B pada Gambar. 6-8a adalah kesetimbangan keduanya. Kurva permintaan miring ke bawah di mode normal, tetapi kurva penawaran tikungan kembali sebagai kenaikan harga. Kuantitas adalah fungsi nilai-tunggal harga, namun harga tidak fungsi-nilai tunggal kuantitas. Beberapa ekonom telah menemukan bukti bahwa "terbelakang-membungkuk" kurva penawaran ada untuk pasar tenaga kerja di beberapa negara berkembang. Kurva penawaran mempunyai kemiringan positif pada tingkat upah yang relatif rendah, dan peningkatan tingkat upah menumbuhkan peningkatan pasokan tenaga kerja. Namun, karena tingkat upah terus meningkat dan pendapatan masing-masing meningkat pekerja, titik dicapai di mana para pekerja lebih memilih liburan untuk pendapatan lebih banyak. 
Biarkan 3 menjadi perbedaan di lereng kurva permintaan dan penawaran: 8 = D '(p) - S' (p). Jika kurva permintaan memiliki kemiringan negatif seluruh dan kurva penawaran kemiringan positif seluruh, 3 <0 untuk semua harga dan tidak bisa ada lebih dari satu titik keseimbangan. Jika 8 <0 pada harga ekuilibrium ° p, permintaan akan lebih kecil dari penawaran pada harga yang sedikit lebih tinggi daripada p ° dan akan lebih besar daripada suplai pada harga yang sedikit lebih rendah daripada ° p. Selama 5 <0 kurva permintaan akan tetap di sebelah kiri kurva penawaran dengan harga di atas p ° dan ke kanan dengan harga di bawah ° p. Oleh karena itu, tidak akan ada titik keseimbangan kedua. Argumen yang sama dapat digunakan untuk membuktikan bahwa tidak bisa lebih dari satu titik ekuilibrium jika 5> 0 seluruh. 
Dalam Gambar. 6-8a 5 <0 untuk keseimbangan titik A. Pada B kurva permintaan dan penawaran keduanya negatif miring. Kurva permintaan lebih tajam miring dari kurva penawaran dan 3> 0 pada Bt Empat titik ekuilibrium yang ditunjukkan pada Gambar. 6-8b. Kurva penawaran memiliki kemiringan negatif seluruh, mencerminkan ekonomi eksternal. Nilai dari 5 yang negatif pada kesetimbangan titik A, positif pada B, nol di C, dan negatif pada E. Secara umum, mengabaikan titik ekuilibrium di mana 5 = 0, 8 harus alternatif dalam tanda pada titik-titik ekuilibrium yang berdekatan. Equilibrium poin dengan 5 = 0 mungkin terletak antara atau pada kedua sisi dari titik-titik dengan tanda bergantian. 
Akan ada berbagai titik ekuilibrium dengan 3 = 0 jika kurva permintaan dan penawaran yang bertepatan untuk seluruh atau sebagian dari panjang mereka. Kasus seperti ditunjukkan pada Gambar. 6-8c. Di sini, kuantitas ekuilibrium adalah unik, tetapi setiap harga dari ° p melalui p (l) adalah harga ekuilibrium. 


6-8 STABILITAS DARI KESETIMBANGAN 
Keseimbangan harga dan kuantitas ditentukan oleh persamaan permintaan dan penawaran. Equilibrium dicirikan oleh persetujuan pembeli dan penjual dalam status quo: tidak ada peserta pasar memiliki insentif untuk mengubah perilakunya. Namun, keberadaan titik ekuilibrium tidak menjamin bahwa itu akan tercapai. Tidak ada jaminan bahwa harga keseimbangan akan dibentuk jika pasar tidak dalam ekuilibrium ketika melakukan kontrak dimulai. Juga tidak ada alasan untuk mengasumsikan bahwa harga awal akan terjadi menjadi harga ekuilibrium. Selain itu, perubahan preferensi konsumen umumnya akan menggeser kurva permintaan, dan inovasi akan menggeser kurva penawaran. Kedua faktor cenderung mengganggu situasi keseimbangan mapan.Perubahan ini mendefinisikan keseimbangan baru, tapi ada lagi ada jaminan bahwa hal itu akan tercapai. 
Secara umum, gangguan menunjukkan situasi di mana harga yang sebenarnya berbeda dari harga keseimbangan. Sebuah keseimbangan stabil jika hasil gangguan dalam kembali ke keseimbangan dan tidak stabil jika tidak. " Ini secara implisit diasumsikan dalam diskusi tentang keseimbangan dalam Sec. 6-4 bahwa pasar equili brium ¬ stabil. 
Stabilitas Statis 

gangguan biasanya membuat proses penyesuaian di pasar. Sebagai contoh, jika harga aktual lebih kecil dari harga ekuilibrium, penyesuaian dapat terdiri dari beberapa pembeli menaikkan tawaran mereka untuk komoditi tersebut. Statis abstrak * analisis dari jalur saat proses penyesuaian dan hanya mempertimbangkan sifat dari perubahan, yaitu, apakah itu ke arah, atau menjauh dari, keseimbangan. 
Menetapkan 
E (p) = D (p) - S (p) 
sebagai kelebihan permintaan pada harga p. 
Dalam Gambar. 6-9 kelebihan permintaan positif pada harga p ', negatif pada harga p ('). Stabilitas kondisi berasal dari asumsi tentang perilaku pasar pembeli dan penjual. Kondisi stabilitas Walrasian didasarkan pada asumsi bahwa pembeli cenderung menaikkan tawaran mereka jika permintaan berlebih adalah positif dan penjual cenderung menurunkan harga mereka jika itu negatif. Jika asumsi ini benar perilaku, pasar stabil jika kenaikan harga berkurang permintaan berlebih, "yaitu jika 
dE (p) = E '(p) = D' (p) - S '(p) <0 (6-14) dp 


Kondisi ini dipenuhi secara otomatis jika kurva permintaan mempunyai kemiringan negatif dan kurva penawaran memiliki kemiringan positif. Jika keduanya kemiringan positif, kurva penawaran harus datar dari kurva permintaan [S-`(q) <D-` (q)] untuk memenuhi (6-14). Jika keduanya negatif kemiringan, kurva penawaran harus lebih curam daripada kurva permintaan. 
Kurva penawaran kemiringan negatif digambarkan dalam Gambar. 6-8b menghasilkan empat titik ekuilibrium. Titik-titik ekuilibrium berturut-turut A, B, dan E secara bergantian stabil dan tidak stabil dengan asumsi perilaku Walrasian (6-14). Kurva penawaran lebih curam daripada kurva permintaan di A, dan kesetimbangan stabil pada saat ini. B persimpangan lain dapat eksis hanya jika kurva penawaran menjadi kurang curam daripada kurva permintaan, B karena itu tidak stabil. 
Dengan alasan yang sama, D lagi stabil. Kondisi stabilitas (6-14) tidak cukup untuk menutup ekuilibrium permintaan Kelebihan titik C positif dengan harga kurang dari p, dan juga dengan harga lebih tinggi dari p,. Harga akan cenderung naik untuk penyimpangan ke bawah atau ke atas dari keseimbangan. Point C digolongkan sebagai setnistable. 
Stabilitas Dinamis: Penyesuaian tertinggal 
Kondisi stabilitas statis (6-14) dinyatakan dalam hal laju perubahan permintaan berlebih berkaitan dengan harga. Tidak ada yang mengatakan tentang lorong waktu penyesuaian. Satu tidak mungkin berharap penyesuaian seketika dalam model ini. 
Jika harga awal tidak sama dengan harga keseimbangan, itu berubah, dan recontracting terjadi. Jika baru-masih berbeda dari harga equili-brium, itu lagi dipaksa untuk berubah.Sifat dinamis dari membagi-bagikan brosur-rekonstruksi dapat diformalkan dalam suatu model di mana recontracting berlangsung selama periode panjang tetap, mengatakan, satu jam, dengan juru lelang mengumumkan harga baru pada awal setiap periode . Analisis stabilitas dinamis menyelidiki saja harga dari waktu ke waktu, yaitu, dari waktu ke waktu. " Keseimbangan stabil dalam arti dinamis jika harga menyatu untuk (atau pendekatan) harga ekuilibrium dari waktu ke waktu, itu tidak stabil jika perubahan harga jauh dari keseimbangan. 
Asumsi bahwa kelebihan permintaan yang positif cenderung meningkatkan harga dapat dimodelkan dalam berbagai cara. Sebuah model matematika yang umum digunakan adalah 
p, - p, _1 = KE (p, -1) (6-15) 
dimana p, adalah harga pada periode t dan k adalah sebuah konstanta positif.Persamaan (6-15) menyatakan satu jenis perilaku yang mungkin bagi pembeli dan penjual. Dengan asumsi bahwa ada E permintaan positif berlebih (p,-t) pada periode (t - 1), ia menyatakan asumsi bahwa permintaan berlebih E (p, -1) mendorong pembeli untuk penawaran harga p, = p, _1 + KE (p, -1)> p, _1 pada periode berikutnya.Asumsikan bahwa fungsi permintaan dan penawaran 
D, = ap, + b (6-16) 
S, Ap =, + B (6-17) Kelebihan permintaan pada periode (t - 1) adalah 
E (p, -1) = (a - A) p, I + b - B 
Mengganti ini ke dalam (6-15), 
p,-pt-1 = kf (a - A) p, -, + b - B1 
dan p, = [I + k (a - A) jp, -, + k (b - B) (6-18) Perbedaan orde pertama persamaan (6-18) menggambarkan alur waktu harga atas dasar asumsi perilaku yang terkandung dalam (6-15). Mengingat kondisi awal p = po saat t = 0, solusinya adalah 
p, = (po - p,) [I + k (a - A) I '+ p, (19/06) 
dimana P '= A -
b-B
adalah harga ekuilibrium ditentukan dari (6-16) dan (6-17) dengan menetapkan D, - S, = 0 dan penyelesaian untuk p, = p,. kesetimbangan stabil jika tingkat harga yang sebenarnya mendekati tingkat ekuilibrium dengan meningkatnya t. Tingkat harga menyatu untuk pe tanpa osilasi jika 0 <1 + k (a - A) <1. Sisi kanan dari ketimpangan ini berlaku jika 
a <A (6-20) 
Sisi kiri memegang jika 
k <I 
Kondisi (6-20) secara otomatis dipenuhi jika kurva penawaran mempunyai kemiringan positif (A> 0). Tingkat harga bergerak naik dari waktu ke waktu jika harga awal kurang dari harga keseimbangan dan ke bawah jika lebih besar. Jika kemiringan kurva penawaran adalah negatif, stabilitas mensyaratkan bahwa kemiringan kurva permintaan (Ila) menjadi aljabar lebih besar dari kemiringan kurva penawaran (1 / A), yaitu kurva penawaran harus memotong kurva permintaan dari di atas. Equilibrium tidak stabil jika kurva penawaran memotong kurva permintaan dari bawah, dan setiap penyimpangan dari kesetimbangan diikuti oleh peningkatan penyimpangan dari itu. Jika k adalah cukup besar dan sebuah - A adalah negatif, 1 + k (a - A) juga negatif, dan tingkat harga harus berosilasi dari waktu ke waktu '. 
Baik stabilitas statis dan dinamis tergantung pada lereng kurva permintaan dan penawaran. stabilitas dinamis tergantung selain pada besarnya k parameter yang menunjukkan sejauh mana pasar menyesuaikan perbedaan antara jumlah yang diminta dan disediakan per unit waktu. Sebuah k besar menunjukkan bahwa pembeli dan penjual cenderung "overadjust": jika kelebihan permintaan positif, penawaran oleh pembeli cukup aktif untuk menaikkan harga di atas tingkat ekuilibrium. Setiap penyesuaian ke arah yang benar, tetapi berlebihan dalam besarnya. Analisis dinamis sehingga memperhitungkan kekuatan reaksi terhadap gangguan. 
Stabilitas dinamis keseimbangan dapat dianalisis diagram dalam mode berikut.Merencanakan harga sepanjang sumbu horisontal, garis putus-putus pada Gambar. 6-10a merupakan fungsi permintaan berlebih. 
Dengan asumsi bahwa k <1, garis padat merupakan KE (p, _1). Garis 45 derajat pada Gambar. 6-10b merupakan tempat kedudukan titik yang didefinisikan dengan p, p =, -,. Fungsi 
p, = p, _1 + KE (p, -1) = f (p, -,) 



Pt

Pt


0




45°









diperoleh dengan menambahkan koordinat (sesuai dengan absis yang sama) dari garis padat dalam Gambar. 6-10a dan 6-10b. Hasilnya akan ditampilkan pada Gambar. 6-10c.Asumsikan bahwa harga awal po. Harga pada periode berikutnya, p, diberikan oleh ordinat dari titik pada f (p, -,) secara langsung di atas po. Untuk menghitung harga di periode berikutnya, p, akan dipindahkan ke sumbu horisontal dengan menggambar garis horizontal dari K ke L. L terletak di garis 45 derajat, dan setiap titik absis dari pada itu sama ordinat nya. P2 harga ditemukan oleh bergerak vertikal untuk M pada f (l, p).Semua harga berikutnya ditemukan dengan cara ini. Tingkat harga menyatu dalam contoh ini ke harga ekuilibrium yang diberikan oleh persimpangan dari f (p, -,). Dan garis 45 derajat ' Stabilitas keseimbangan tergantung pada kemiringan fungsi permintaan kelebihan dan besarnya k. Jika fungsi permintaan berlebih pada Gambar. 6-10a adalah kemiringan positif, fungsi f (p, -,) akan memotong garis 45 derajat dari bawah, dan keseimbangan akan stabil. Jika fungsi permintaan kelebihan yang dimiliki kemiringan negatif, seperti pada Gambar. 6-10a, tapi k sangat besar, f (p, -,) akan memiliki kemiringan negatif, dan tingkat harga akan berosilasi. 
Pendekatan statis dan dinamis terhadap stabilitas pada dasarnya berbeda. stabilitas statis tidak perlu menyiratkan stabilitas dinamis, tetapi stabilitas dinamis menyiratkan stabilitas statis. Alasan untuk perbedaan ini adalah bahwa analisis dinamik adalah alat yang lebih inklusif untuk menyelidiki sifat kesetimbangan. kekhawatiran analisis statik sendiri hanya dengan arah penyesuaian dan mengabaikan besarnya penyesuaian dari waktu ke waktu. 
Membiarkan
D, =- 0.5p, 100
S, =- 0.1p, +50 
dan biarkan k = 6 - kesetimbangan stabil dalam arti statis Walrasian jika D '(p) - S' (p) <0. Mengganti dari fungsi permintaan dan penawaran, - 0,5 - (-0,1) -0,4 _ <0. stabilitas dinamis membutuhkan -1 <1 + k (a - A) <1. Sub ¬ stituting nilai yang tepat memberikan
1 + k (a - A) = -1,4 
dan ketidaksetaraan kiri tidak diperlukan terus. Pasar akan menunjukkan osilasi ledakan.

Stabilitas Dinamis: Penyesuaian Continuous 

Persamaan (6-15) menjelaskan proses penyesuaian harga yang terjadi selama interval diskrit waktu . Suatu pendekatan alternatif yang didasarkan pada asumsi bahwa penyesuaian berlangsung terus menerus. Persamaan (6-15) kemudian digantikan oleh
, Dp = KE (p) (21/06) 
Tt
dimana k dan E (p) memiliki arti yang sama seperti sebelumnya. " Menggantikan fungsi permintaan dan penawaran (6-16) dan (6-17), (21/06) menjadi 
LP - k (a - A) p + k (b - B) (22/06) 
dt
yang merupakan persamaan diferensial orde pertama. solusi Its (lihat Sec A-6.) adalah
P = (po - p,) e'('-")' + Pe 
dimana po adalah harga awal pada t = 0 dan e = 2,71828 ... merupakan dasar sistem logaritma alami.
Para pe harga ekuilibrium adalah dinamis stabil, yaitu, p -). Imam sebagai t jika (a-A) <0, yang akan terjadi jika fungsi permintaan dan penawaran negatif fungsi positif miring.Besarnya koefisien penyesuaian mempengaruhi kecepatan konvergensi atau divergensi yang terjadi, tetapi berbeda dengan model penyesuaian lag itu tidak memainkan peran dalam menentukan apakah suatu kesetimbangan stabil atau tidak.Kondisi stabilitas statis dan dinamis adalah identik dalam hal ini. 
Suatu titik ekuilibrium stabil secara lokal jika sistem kembali ke itu, diberi penyimpangan awal kecil dari keseimbangan. Hal ini secara global stabil jika sistem untuk kembali ke awal setiap penyimpangan dari kesetimbangan. Model linear seperti (22/06) memiliki titik ekuilibrium yang unik pada umumnya, dan jika mereka secara lokal stabil, mereka juga global stabil. model nonlinear mungkin memiliki beberapa titik ekuilibrium, dan, dalam hal apapun, stabilitas lokal dari titik ekuilibrium tidak menjamin stabilitas global. 
Sebuah pendekatan linier berguna dalam menentukan stabilitas lokal model nonlinier.Asumsikan bahwa kelebihan permintaan fungsi E (p) adalah beberapa fungsi rumit p sehingga persamaan diferensial (21/06) sulit 
atau tidak mungkin untuk memecahkan secara langsung. Persamaan perkiraan
E (p) - E (Pe) E '(p,)
P-Pe
dimana pe adalah harga ekuilibrium, mengikuti dari definisi derivatif. Dalam batas, sebagai p -), p,, (23/06) memegang tepat, dan untuk penyimpangan kecil dari Pe pendekatan p mungkin diharapkan untuk menjadi baik. Mengganti E (Pe) = 0, memecahkan (6-23) untuk E (p), dan menggantikannya dengan hasil di sisi kanan (21/06), 
LP = KE '(PAP - Pe)! 
dt 
yang merupakan persamaan linier karena E '(p,), turunan dari permintaan berlebih dievaluasi di pe, adalah sebuah konstanta. Akar persamaan karakteristik (berlaku di lingkungan p,) adalah KE '(pe). Jadi, jika fungsi permintaan kelebihan kemiringan negatif di sekitar p, kesetimbangan secara lokal stabil. Kondisi statis dan dinamis lagi adalah identik. 
Keberadaan stabilitas global sering dapat dipastikan dengan teknik yang dikenal sebagai metode langsung Liapunov's. Pertama menemukan fungsi Liapunov, V (p), sehingga V (p)> 0 jika p 3-4 - pe dan V (p,) = 0. Jika dVIdt negatif jika p; 4 hal, solusi kesetimbangan secara global stabil '. 
Fungsi Liapunov tepat sering disediakan oleh 
V (p) = (P - p,) 2 
jarak kuadrat dari titik p yang sebenarnya pada waktu t dari titik keseimbangan. Untuk ilustrasi, mempertimbangkan permintaan b1p fungsi E nonlinier kelebihan - di mana pe = bla dengan a, b> 0, dan 
dp _ k (b_a) P dt 
Membedakan V (p), 
dV = 
jt-2 (P - Pe) ddpt 
Menggantikan pe dan dpldt, 
dV 2k (ap - b) 2 
dt ap 
yang negatif untuk semua pe p sejak k,, dan p adalah positif. Dengan demikian, keseimbangan untuk model ini adalah global stabil. 
6-9 KESETIMBANGAN DINAMIS DENGAN PENYESUAIAN tertinggal 
fungsi pasokan Produsen 'menunjukkan bagaimana mereka menyesuaikan output mereka untuk harga yang berlaku. Sejak produksi membutuhkan waktu, penyesuaian mungkin tidak seketika, tetapi dapat menjadi jelas di pasar hanya setelah jangka waktu tertentu. komoditas pertanian sering memberikan contoh yang baik pasokan tertinggal.rencana produksi yang dibuat setelah panen. Output sesuai ¬ ing untuk produksi rencana ini muncul di pasar setahun kemudian. Asumsikan bahwa fungsi permintaan dan penawaran 
D, = ap, + b (6-24) 
S, = Ap, _1 + B (6-25) 
Pasar berada dalam kesetimbangan dinamis jika harga tetap tidak berubah dari waktu ke waktu, yaitu, jika p, = p, -,. Menyamakan (6-24) dan (25/06) menghasilkan harga p ekuilibrium yang unik, = (B - b) l (a - A). Kuantitas yang diminta dalam periode apapun tergantung pada harga di masa itu, tetapi kuantitas yang ditawarkan tergantung pada harga pada periode sebelumnya. Diasumsikan bahwa kuantitas yang ditawarkan pada periode I adalah selalu sama dengan jumlah yang diminta dalam periode tersebut, yaitu p, menyesuaikan untuk membawa tentang persamaan D, dan S, sesegera S. muncul di pasar. Ini berarti bahwa tidak ada produser yang tersisa dengan saham yang tidak terjual dan tidak ada konsumen dengan permintaan yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu 
D, -5, = 0 
Mengganti dari (6-24) dan (6-25), 
ap, + b - Ap, _1 - B = 0 
Penyelesaian untuk p,, 
Pt = A t-I B–b
a P +  a
Dengan asumsi bahwa kondisi awal diberikan oleh p = po saat t = 0, solusi daripersamaan beda orde pertama (26/06) adalah
A-
P, = (Po - P ') (a) (+ P, (627)
Solusi (27/06) menjelaskan jalan harga sebagai fungsi dari waktu. Beberapa waktu yang sesingkat jalan diilustrasikan dalam Gambar. 6-11a dan 6-11 b.
Asumsikan bahwa pasokan awal tidak sama dengan jumlah kesetimbangan sebagai akibat dari gangguan seperti kekeringan. Biarkan qo pasokan awal yang sama pada Gambar.
...
P0
P9
P,


6-11a. Harga awal terkait po. Konsumen permintaan poNfo, dan jumlah ini sama dengan penawaran awal. Po harga mendorong pengusaha untuk memasok pon kuantitas, pada periode berikutnya. Harga jatuh cepat ke pl. Kuantitas yang diminta kemudian plMl (yang sama pON1, kuantitas yang ditawarkan dalam periode tersebut).Pada periode berikutnya p harga, menyebabkan pasokan p, N.. Proses ini terus berlanjut tanpa batas waktu, menghasilkan pola sarang laba-laba. Berfluktuasi tingkat harga, tetapi menyatu ke tingkat ekuilibrium ditunjukkan oleh perpotongan kurva permintaan dan penawaran. Mekanisme yang sama beroperasi pada Gambar. 6-11b, namun fluktuasi harga cenderung menjadi lebih besar dan lebih besar: pasar dikenakan osilasi peledak. 
Pasar dinamis stabil jika p, - p, sebagai t Jika nilai mutlak kecerdasan tersebut (Ala) kurang dari satu, istilah pertama di sebelah kanan (27/06) akan lenyap sebagai t ---> -,dan pasar akan secara dinamis stabil. Jika lereng permintaan (1 / a) dan kurva penawaran 0 / A) memiliki tanda yang berlawanan, harga akan berosilasi tentang tingkat harga ekuilibrium. Jika kemiringan kurva permintaan mempunyai nilai absolut lebih kecil dari kemiringan kurva penawaran, 111al <1/JAI, osilasi akan penurunan amplitudo, dan pasar secara dinamis stabil seperti ditunjukkan pada Gambar. 
6-11a. Jika kemiringan kurva permintaan mempunyai nilai absolut lebih besar daripada kemiringan kurva penawaran, 1/tai> 1/JAS, osilasi akan meningkat dalam amplitudo, dan pasar secara dinamis tidak stabil seperti ditunjukkan pada Gambar. 6-11b. Akhirnya, jika lereng permintaan dan kurva penawaran adalah sama dalam nilai mutlak, 111al = Ojai, osilasi akan memiliki amplitudo konstan, dan pasar secara dinamis tidak stabil. 
Jika permintaan dan penawaran kemiringan kurva dalam arah yang sama, Ala adalah positif, dan tingkat harga tidak akan berosilasi, tetapi baik akan meningkatkan atau menurunkan terus-menerus. Kondisi sama terus seperti di atas: harga akan konvergen ke nilai ekuilibrium apabila kurva permintaan mempunyai kemiringan absolut lebih kecil dibandingkan dengan kurva penawaran (Gambar 6-12), dan akan menyimpang di salah satu arah ke atas atau ke bawah jika kurva permintaan telah kemiringan yang lebih besar mutlak. 
Kondisi untuk stabilitas dinamis tidak sama seperti dalam kasus dinamis sederhana.Pembeli dan penjual bereaksi terhadap permintaan berlebih dalam kasus dinamis sederhana. Kelebihan permintaan adalah nol dalam situasi sarang laba-laba. Pembeli bereaksi terhadap pasokan yang diberikan dalam hal harga yang mereka tawarkan.Penjual menanggapi pasokan yang diberikan dalam hal harga yang mereka tawarkan.Penjual menanggapi harga yang diberikan dalam hal jumlah pasokan mereka pada periode berikutnya. 


Futures telah dilembagakan untuk beberapa komoditas dengan harga di masa depan tidak menentu. Pembeli dan penjual setuju untuk bertransaksi pada harga tertentu di masa mendatang. Dengan demikian, harga masa depan untuk transaksi tersebut diketahui dengan pasti. Futures pasar umum untuk komoditas pertanian. 
Seorang petani menghindari risiko yang menjual untuk pengiriman masa depan dapat menghindari ketidakpastian harga. Sebuah prosesor produk pertanian yang membeli untuk pengiriman masa depan dapat kontrak Dijual output-nya, diberikan biaya input tertentu.Orang-orang yang membeli dan menjual untuk alasan-alasan yang dikatakan lindung nilai terhadap ketidakpastian harga. Orang lain yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam komoditas juga dapat membeli dan menjual di pasar berjangka. Seorang pembeli (penjual) dapat menjual (membeli) dengan harga pasar yang sebenarnya pada tanggal di masa mendatang untuk menutupi kontraknya. Orang semacam itu akan berpartisipasi dalam pasar berjangka jika ia dapat meningkatkan utilitas yang diharapkan dengan membeli atau menjual lotere yang ditawarkan oleh pasar. 
D ff f harapan erintah untuk harga di masa depan dapat mengakibatkan transaksi berjangka-pasar. Diasumsikan di sini bahwa harapan adalah identik dalam arti bahwa setiap orang mengharapkan bahwa harga di masa depan akan menjadi salah satu nilai n (pl_., P ".) Dengan probabilitas masing-masing (vi,..., V.). Dalam rangka untuk menekankan bahwa pasar berjangka tidak memerlukan beberapa peserta yang lebih resiko, sebuah ple ¬ ujian yang diberikan semua pembeli dan penjual adalah penentang resiko, meskipun tidak pada tingkat yang sama, dan semua mematuhi aksioma von Neumann-Morgenstern ( lihat Sec 3-8).. 
Lindung Nilai 
Pertimbangkan seorang petani yang menghasilkan komoditas di bawah penyelidikan.Biarkan biaya fungsinya C (q) secara ketat cembung, dan utilitas fungsinya U (7R) secara ketat Conca • - • e. Jika petani menjual di pasar berjangka pada harga yang sedang p *, ia memaksimalkan utilitas dengan menyamakan harga ini untuk nya MC. Jika ia tidak menjual di pasar berjangka, orde pertama kondisinya untuk memaksimalkan utilitas yang diharapkan [lihat (5-20] adalah 
dE [U (T,) 1 ' 
q - 2 vjU '(Ti) [pi - C (q)] = 0
Biarkan U0 adalah nilai utilitas maksimum ditentukan dari (28/06). Tingkat utilitas dari partisipasi berjangka-pasar 
U U * = [p *- q * - QQ *)] = V (p *) 
mana * q adalah solusi untuk * p = C '(q *). 
Jelas, dU * IDP *> 0. Biarkan pt menjadi solusi dari UG = V (* p). Untuk p * PW <petani tidak akan menjual di pasar berjangka, ia lebih suka ketidakpastian harga dengan kepastian yang disediakan oleh pasar berjangka.Untuk p *> pt dia akan menjual seluruh output sebagai ditentukan oleh fungsi MC-Nya, ia kemudian lebih memilih kepastian pasar berjangka. 
Untuk ilustrasi mari U = Dalam (7R + 10) dan C = 0,582 dengan p,, = 4 p2 = 8, dan V1 = V2 = 0,5. Solusi perkiraan untuk (28/06) adalah qo ~ 5,246 dan U'-3,245. 
Juga, 
V (pt) = Dalam (0-5pt2 + 10) = 3,245 
memiliki solusi p 5,598. penawaran pasar berjangka-petani itu fungsi 'adalah 
S = O jika * P <5,598 
S = P * jika * P> 5,598 
Pembangunan fungsi permintaan pasar berjangka-untuk prosesor produksi pertanian yang tersisa bagi pembaca (lihat Latihan 6-13). 
Risiko Asumsi 
Seseorang tanpa kepentingan langsung dalam komoditas mungkin membeli atau menjual di pasar berjangka apabila ia dapat meningkatkan utilitas nya. Dia menghindari mengambil pengiriman atau harus menyediakan komoditas melalui suatu transaksi pada tanggal yang ditentukan masa depan. Biarkan utilitas nya merupakan fungsi dari posisi aktiva nya U = U (A) dengan posisi awal U0 = U (Ao). Biarkan D menunjukkan kelebihan permintaan di pasar berjangka seperti yang D> O berarti bahwa ia adalah membeli untuk pengiriman di masa depan * p, dan D <0 berarti bahwa ia jual. utilitas-Nya yang diharapkan adalah 
E [U (A)] VIU [Ao + (pi - p *) D] (29/06) Kondisi orde pertama untuk memaksimalkan utilitas yang diharapkan-Nya 
dE [U (A)] vi U '(Ai) (pi - p 0 (60-30) 
DD 
fungsi permintaan Kelebihan peserta diperoleh dengan menyelesaikan untuk D = D (* p) (30/06). Biarkan pt menjadi solusi bagi D (pt) = 0. Jika p p *> W, peserta akan menjual di pasar berjangka, dan jika pt p * <, ia akan membeli. 
Sebagai contoh, mari U (A) --- Dalam (A). Mengganti (30/06) memberikan D = 6-p * Ao 
(8 - p *) (p * - 4) 
Untuk setiap * 4 diberikan <p <8, berjangka-pasar pembelian akan sama dengan sebuah ¬ tion proporsional aktiva tetap peserta. Asumsikan bahwa proporsi ini tidak dapat melebihi 1, yang terjadi pada p - 4,44. Asumsikan bahwa ada 10.000 peserta identik masing-masing dengan A0 = 9056,25 yang berfungsi sebagai pembeli di pasar berjangka, dan 1000 petani identik seperti dijelaskan di atas yang berfungsi sebagai penjual. Menyamakan permintaan agregat untuk memasok agregat - 
(6 * p) 90,562.5 = 1000p * 
(8-p *) (p *- 4) 
yang memiliki solusi * p = 5,75 dan q = 5750. 
6-11 SUNDURY 
Teori persaingan sempurna-analisis faktor-faktor yang menentukan harga dan kuantitas di pasar di mana (1) produk adalah homogen dan pembeli seragam, (2) pembeli dan penjual sangat banyak, (3) pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna, ( 4) ada bebas masuk dan keluar untuk kedua pembeli dan penjual dalam jangka panjang. Para peserta di pasar bertindak seolah-olah mereka 11 id tidak berpengaruh pada harga, dan setiap individu menganggapnya sebagai parameter yang diberikan. 
Harga dan kuantitas dibeli dan dijual ditentukan oleh suppIN, dan permintaan. Fungsi permintaan agregat adalah berasal dari permintaan ¬ tions func konsumen individu, yang, pada gilirannya, berasal dari kondisi konsumen individu orde pertama untuk memaksimalkan utilitas. Fungsi penawaran agregat adalah berasal dari fungsi penawaran individu yang didasarkan pada kondisi perusahaan individu orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan. 
FqUili briurn ¬ dicapai ketika permintaan sama dengan penawaran. Persamaan jaminan permintaan dan pasokan yang pembeli dan penjual 'keinginan konsisten. Analisis pasar persaingan sempurna diperpanjang untuk valorem pajak penjualan khusus dan iklan. 
Analisis pasar faktor kompetitif sempurna mirip dengan analisis pasar komoditas.Keseimbangan kombinasi kuantitas harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran, dan persamaan permintaan dan penawaran memastikan konsistensi pembeli dan penjual 'keinginan. Fungsi permintaan untuk faktor yang berasal dari kondisi perusahaan individu orde pertama untuk memaksimalkan keuntungan. Fungsi pasokan untuk input utama seperti tenaga kerja berasal dari kondisi para pekerja individu orde pertama untuk utilitas-mization niaxi. Keseimbangan dalam pasar faktor memastikan bahwa harga faktor sama dengan nilai produk marjinal. 
Keberadaan fungsi permintaan dan penawaran tidak selalu berarti bahwa permintaan dan penawaran adalah sama pada satu atau lebih kombinasi harga-kuantitas negatif.Konsep keseimbangan pasar diperluas untuk mencakup dua. situasi di mana permintaan dan penawaran tidak sama. Sebuah keseimbangan free-baik dicirikan oleh kelebihan pasokan lebih dari permintaan pada harga nol. Sebuah ekuilibrium nol-produksi dicirikan oleh harga penawaran melebihi harga permintaan untuk semua keluaran negatif. Ada kemungkinan bahwa lebih dari satu harga-kuantitas ekuilibrium mungkin ada untuk pasar. Beberapa kesetimbangan tidak dapat terjadi jika perbedaan di lereng permintaan dan kurva penawaran adalah negatif untuk semua harga, atau jika perbedaan itu adalah positif untuk semua harga. 
Keberadaan sebuah titik ekuilibrium tidak menjamin pencapaiannya .- Analisis stabilitas keseimbangan berkaitan dengan efek dari gangguan. Keseimbangan stabil jika gangguan diikuti oleh kembali ke keseimbangan dan tidak stabil jika tidak. Analisis statis stabilitas menganggap hanya arah penyesuaian yang mengikuti gangguan; analisis dinamik mempertimbangkan urutan waktu proses penyesuaian juga. Sebuah model dinamis dengan penyesuaian tertinggal menunjukkan bahwa pasar yang stabil sesuai dengan analisis statis dapat dinamis tidak stabil. Sebuah model dinamis dengan penyesuaian terus menerus memperkaya model statis dengan menggambarkan jalan harga dari waktu ke waktu berikut gangguan. Baik analisis statis dan dinamis mengandung asumsi tentang perilaku pembeli dan penjual. Menurut asumsi kondisi stabil Walrasian, pembeli dan penjual bereaksi terhadap permintaan berlebih. 
masalah dinamis Khusus muncul di pasar di mana reaksi pasokan tertinggal. Di pasar jenis ini baik pembeli dan penjual diasumsikan untuk bereaksi terhadap harga. Jalur waktu harga pasar berosilasi dan menghasilkan pola jalan seperti jaring laba-laba jika kurva permintaan dan penawaran telah lereng tanda berlawanan; ekuilibrium stabil jika nilai absolut dari kemiringan kurva permintaan kurang dari nilai absolut kemiringan kurva penawaran.
Kompetitif-analisis pasar diperluas untuk menutup kontrak untuk pembelian masa depan dan penjualan komoditas dengan harga tetap yang mungkin berbeda dari harga pasar pada tanggal tersebut. Setiap peserta membeli atau menjual kuantitas yang memaksimalkan utilitas yang diharapkan nya. Orang yang lindung nilai menggunakan pasar berjangka untuk mengkonversi prospek harga yang tidak pasti menjadi satu tertentu. Lain menggunakan pasar berjangka untuk membeli undian yang meningkatkan utilitas yang diharapkan mereka. 



 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys