Tampilkan postingan dengan label Seputar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

Membangun Karakter Wirausaha

Kegigihan dan kemampuan melihat peluang -karakter yang mewakili kewirausahaan- perlu ditumbuhkan sejak dini. Terutama kepada remaja agar bersiap memasuki era berikutnya.
Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tak dimiliki semua anak muda. Karenanya, semangat kewirausahaan perlu dibangun sejak bangku sekolah menengah, kata Charles M. Ham, MPH, Country Director Hope Foundation Indonesia.

“Membangun wirausaha tak hanya bicara seputar akses keuangan. Jiwa dan karakter kewirausahaan perlu dibangun lebih dini, meskipun nantinya penerapannya melalui berbagai cara selain menjadi pebisnis atau entrepreneur sosial misalnya,” jelas Charles kepada Kompas Female, usai peluncuran Citi Success Fund (CSF) 2010 bertema kewirausahaan dan kemandirian finansial di Jakarta Design Center Jakarta, Selasa (27/7/2010).
Karakter wirausaha
Memiliki kegigihan, siap menghadapi tantangan, jeli melihat keadaan dan peluang, kreatif, berpikir lebih terbuka dan tidak terkotak-kotakkan, atau berpikir out of the box, adalah sejumlah karakter wirausaha yang paling menonjol.
Siapapun bisa memiliki karakter wirausaha seperti ini, tambah Charles. Karenanya, kegiatan tahunan CSF yang diadakan Citi Indonesia melalui Citi Peka bersama Hope Foundation, menyasar guru untuk diajarkan kepada siswa SMA di sejumlah kota.
Charles menjelaskan, konsep program CSF dibangun 20 tahun lalu di Amerika dan diadaptasi di setiap negara. Di Indonesia, kegiatan yang fokus pada pendidikan ini menggandeng Hope sejak delapan tahun lalu. Tahun ini, pendidikan kewirausahan menjadi topik utamanya.
“Jiwa atau karakter kewirausahaan dibutuhkan karena dunia terus berkembang. Dalam menghadapi era globalisasi ke depan, anak muda perlu memiliki jiwa kewirausahaan seperti ini,” imbuhnya.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Bermitra Bisnis


Bermitra bisnis diperlukan untuk mensinergikan berbagai potensi dan kemampuan yang dimiliki dari masing-masing yang terlibat. Kemitraan bisnis sangat sering dilakukan orang yang baru memulai bisnis dan tidak memiliki pengalaman dalam mengenola bisnis. Bermitra bisnis biisa saling melengkapi keahlian, patungan modal, berbagi biaya operasional, hingga sharing peralatan kantor. Bermitra bisnis bisa dilakukan dengan teman, saudara, kenalan dan lain sebagainya.

Secara teori, kemitraan memang bagus untuk memulai bisnis. Namun tidak selalu berarti cara terbaik. Sebab bermitra bisnis itu mirip seperti menikah, yang kalau di Amerika Serikat, lebih dari separuhnya kandas. Dalam bermitra, banyak masalah yang harus ditangani: stres, egoisme masing-masing pihak, perbedaan karakter, masalah keuangan, biaya overhead tiap bulan, pengeluaran sehari-hari, hingga masalah karyawan.
Agar kemitraan bisnis bisa sukses dan Anda terhindar dari bahaya tersembunyi yang biasa timbul, tak ada salahnya Anda memperhatikan 7 kesalahan yang sering dilakukan orang dalam bermitra bisnis:
1. Berbagi modal, bukan biaya.
Kapan pun Anda sharing dalam bentuk modal ke dalam bisnis, apakah itu uang, barang, atau informasi, itu sama artinya dengan memberikan milik Anda ke perusahaan patungan itu. Di dunia yang sempurna, mitra Anda itu pasti lurus, jujur, berintegritas penuh, dan sama sekali tidak tergoda untuk mengambil ‘hadiah’ itu dan menganggapnya sebagai milik sendiri.
Namun, dunia tidak sempurna. Jadi, daripada setor modal, lebih baik buatlah perjanjian untuk berbagi biaya-biaya, yang besarnya proporsional dengan porsi kepemilikan usaha. Ini akan lebih aman, terutama jika mitra atau Anda sendiri kemudian memutuskan untuk keluar dari kemitraan.
2. Menjadikannya mitra karena Anda tidak mampu menggajinya.
Ini kesalahan yang paling fatal, namun banyak terjadi. Contohnya: Anda punya ide bisnis, sementara teman Anda, Dewi, punya ketrampilan untuk menjalankannya. Karena tak mampu menggajinya, Anda dan Dewi bersepakat untuk berbagi tugas dan keuntungan. Yang terjadi kemudian, Anda dan Dewi berselisih akibat kinerjanya yang buruk, namun Anda tetap harus ikut bertanggung jawab, karena perjanjian kemitraan itu.
Jika Anda punya ide dan orng lain punya skill-nya, rekrut saja dia sebagai staf. Atau, buatlah perjanjian seperti kontrak antara pebisnis dengan pemasok. Jangan memberikan apa yang seharusnya tidak perlu diberikan.
3. Tidak adanya perjanjian legal dan tertulis.
Menjalin kemitraan selayaknya diwujudkan dalam perjanjian legal, hitam di atas putih. Setiap detail dan kewajiban didefinisikan secara jelas, ditulis, dan disetujui kedua belah pihak. Mintalah konsultan bisnis untuk membuatkan perjanjian itu.
4. Mempunyai porsi kemitraan 50:50.
Setiap bisnis, termasuk kemitraan, butuh seorang bos. Jika Anda memutuskan untuk menjalin kemitraan, buatlah di mana proporsinya 60:40, 70:30, 65:35. Lalu tempatkan orang kunci Anda untuk menjaga akuntabilitas dan kontrol operasi secara keseluruhan.
5. Tidak memilih kemitraan terbatas.
Salah satu kekurangan perjanjian kemitraan adalah asumsi bahwa kewajiban satu pihak juga ditanggung pihak lainnya. Padahal bisa saja meminta kemitraan terbatas, di mana Anda tidak ikut bertanggung jawab terhadap tindakan atau kewajiban mitra utama. Lagi-lagi, pastikan konsultan bisnis Anda bisa mengaturnya dalam perjanjian tertulis.
6. Tiadanya cara keluar dari kemitraan.
Pernikahan dimulai dengan perjanjian pra-nikah. Begitu juga sebaiknya dalam bisnis. Definiskan kondisi apa saja yang memungkinkan Anda atau mitra Anda bisa keluar dari kemitraan. Berikan juga pilihan apakah pihak yang keluar itu bisa menjual bagiannya ke mitranya, atau ke orang luar. Ini dapat dilakukan dengan jelas dan mudah, serta tidak akan mengganggu bisnis yang sedang berjalan.
7. Berharap persahabatan tetap langgeng setelah kemitraan berakhir.
Lagi, mengambil analogi dari pernikahan, berapa banyak mantan pasangan yang masih menjadi sahabat setelah mereka berpisah? Kemungkinan tidak banyak. Jadi jangan terlalu berharap menjalin kemitraan dengan seorang teman, dan tetap menjadi teman setelah kemitraan berakhir. Memang sangat bagus untuk tetap menjalin hubungan ataupun berbisnis dengan mantan mitra. Namun dalam dunia bisnis, yang menjadi prioritas utama adalah bisnis, teman nomor dua. Meski tak diharapkan, namun penting diingat, umumnya persahabatan juga berakhir ketika kemitraan berakhir.

Manajemen Usaha Kecil

Bagi pelaku usaha kecil manajemen usaha terkadang dianggap sebuah konsep yang terlalu muluk-muluk. Tetapi sebenarnya tidak demikian, banyak usaha kecil yang sebenarnya memiliki prospek baik akhirnya kandas di tengah jalan karena miss-manajemen atau salah kelola dari pemiliknya. Atau sebuah bisnis usaha kecil yang sebenarnya baik dan memiliki prospek cerah tetapi tidak didukung oleh Manajemen Bisnis Yang baik, akhirnya tidak berkembang. Karena itu penting bagi pelaku usaha kecil untuk mencermati dan belajar mengenai manajemen usaha ini. Manajemen sebuah usaha tidak semata-mata keterampilan mengelola tetapi juga sebagai sebuah seni. Dalam manajemen usaha kecil perpaduan antara seni dan keterampilan mutlak diperlukan. Tidak hanya manajemen usaha berlandaskan teori-teori manajemen semata tetapi diperlukan pendekatan dan perlakuan lain yang bersifat holistik.


Pelaku usaha kecil biasanya adalah pemilik usaha yang memiliki fungsi ganda, karena itu manajer dalam usaha kecil berhadapan langsung dengan semua hal yang berkaitan dengan usaha, produksi, sumber daya, pemasaran, pengembangan usaha dan lain-lain. Karena itu kemampuan manajemen mutlak diperlukan sebagai landasan kelangsungan usahanya. Di dalam manajemen usaha kecil ada dua hal yang perlu menjadi landasan keberhasilan usaha yaitu Manajemen yang berbasis profesionalisme dan kewirausahaan. Keduanya merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat dihindari oleh setiap pelaku bisnis .
Kaum profesional merupakan orang atau kelompok tertentu yang bekerja dengan keahlian dan keterampilan tertentu, waktu, fikiran dan kemampuannya didedikasikan secara penuh untuk mengaplikasikan keahlian tersebut. Dengan demikian Majanemen Usaha kecil berbasis profesionalisme dilandaskan pada kualitas bukan semata-mata berlandaskan keuntungan material semata. Contoh sederhana jika sebuah usaha menghadapi lonjakan harga bahan baku maka yang dilakukan bukan mengurangi kualitas agar tetap untung tetapi tetap menjaga kualitas, meski konsekuensinya keuntungan menurun tetapi kepercayaan konsumen tetap tinggi.
Majanemen usaha berdasarkan sifat kewirausahaan merupakan pendekatan dari watak seorang wirausaha. Seorang wirausaha memiliki sifat percaya diri dibarengi dengan wataknya yang mandiri, merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dirinya.
Adapun ciri-ciri kewirausahaan lainnya secara komprehensif :
- Desire for responsibility, yakni hasrat bertanggung jawab terhadap usaha-usaha yang tengah dirintisnya yang diaktualisasikan melalui sikap mawas diri.
- Preference for moderate risk, yakni kecenderungan untuk senantiasa mengambil risiko yang moderat yang direfleksikan oleh
pilihan keputusannya yang selalu menghindari tingkat risiko yang terlalu tinggi maupun yang terlalu rendah.
- Confidence in their ability to success, yakni dimilikinya keyakinan atas kemampuan dirinya untuk sukses yang direfleksikan melalui moto bahwa kegagalan itu tak lain adalah sukses yang tertunda.
- Desire for immediate feedback, yakni kehendak untuk senantiasa memperoleh umpan balik yang sesegera mungkin.
- High level of energy, yakni dimilikinya semangat dan dorongan bekerja keras untuk mewujudkan impiannya yang lebih baik di
masa mendatang.
-Future orientation, yakni dimilikinya perspektif ruang dan waktu ke masa depan
- Skill at organizing, yakni dimilikinya keahlian dan keterampilan dalam mengorganisasikan sumberdaya untuk menciptakan nilai tambah.
- Value achievement over money, yakni dimilikinya suatu tolok ukur yang bersifat kuantitatif-finansial dalam menilai suatu kinerja.
Dengan memperhatikan ciri dan watak dari wirausahaan sebagaimana dikemukakan di atas, maka patut diyakini di sini bahwa kualitas profesionalisme seorang manajer usaha kecil akan semakin kokoh dan terpelihara apabila pada dirinya melekat perilaku tersebut, baik yang ia bawa semenjak lahir maupun yang ia peroleh atau ciptakan melalui transfer of knowledge. Manajemen yang baik baik bisnis usaha kecil merupakan salah satu kunci sukses dalam pengembangan bisnis usaha kecil.

Tips Memilih Waralaba Yang Menguntungkan

Memiliki sebuah bisnis yang berjalan dengan baik dan menguntungkan adalah harapan setiap orang. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerja keras dan perjuangan yang cukup panjang. Salah satu cara untuk “mempersingkat” kesuksesan sebuah bisnis adalah dengan menjalankan bisnis waralaba atau kemitraan. Dengan mengikuti bisnis waralaba kita tidak perlu membangun sistem bisnis sendiri, cukup dengan menginvestasikan modal yang kita miliki untuk membeli sebuah sistem waralaba, bisnis berjalan dan kita memperoleh keuntungan dari bisnis waralaba yang kita miliki. Membeli sistem waralaba ibaratnya seperti halnya kita mengikuti jalan orang-orang sukses yang lebih dulu dari kita. Meski demikian kita harus jeli dan teliti dalam memilih bisnis waralaba yang akan kita ikuti.

Saat ini banyak sekali ditawarkan model bisnis waralaba yang hanya memerlukan sedikit modal. Bisnis waralaba dengan modal yang kecil dibawah 10 juta banyak diiklankan melalui media massa, internet dan media lainnya. Menjamurnya bisnis waralaba dengan modal kecil ini merupakan pertanda bahwa saat ini sangat mudah dan praktis dalam membuka sebuah usaha. Bidang usaha yang ditawarkan melalui sistem waralaba ini juga semakin beragam yang bisa dipilih sesuai dengan selera kita. Singkatnya Usaha Kecil juga sudah banyak dijalankan dengan sistem waralaba. Dalam bidang usaha makanan ada Bakso yang dijual dengan model waralaba, Mie dengan  model waralaba bahkan makanan tradisional Pisang Ijo  dijual dengan sistem waralaba. Di bidang minuman kesehatan ada waralaba teh rossela yang cukup digemari masyarakat.
Bisnis dengan modal kecil, caranya mudah dan keuntungan yang menjanjikan merupakan dambaan setiap orang. Dengan membeli sebuah sistem waralaba mungkin kita berfikiran tidak perlu kerja keras dan ongkang-ongkang kaki keuntungan akan mengalir setiap hari. Meski menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam menjalankan bisnis, usaha waralaba tetap memerlukan usaha kerja keras dari pembeli waralaba. Setidaknya dalam masa enam bulan pertama, kita harus melakukan kontrol penuh terhadap kinerja bisnis waralaba yang kita kelola sambil memperdalam pengetahuan mengenai alur bisnis yang dimiliki. Jika semua sudah berjalan dengan baik tinggal melakukan pengawasan dan tugas menjadi semakin ringan. Tugas-tugas bisa didelegasikan kepada karyawan.
Agar kita tidak salah dalam memilih dan mengelola bisnis waralaba, ada beberapa tips yang bisa dijadikan rujukan dalam memilih bisnis waralaba yang ditawarkan, berikut tipsnya :
- Pilihlah produk yang akan dijual, pemilihan produk harus disesuaikan dengan lokasi tempat kita akan menjual produk waralaba kita.  Meski sistem waralaba yang kita beli memiliki track record yang baik tetapi jika ditempatkan pada lokasi yang salah tidak akan mendatangkan keuntungan.
- Jika produk sudah dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan perusahaan waralaba tempat kita akan bermitra. Dengan banyaknya perusahaan yang menawarkan kemitraan waralaba, membuat kita harus lebih selektif. Lakukan survey ke lima sampai 10 outlet masing-masing mitra dari perusahaan tersebut. Pastikan dari seluruh outletyang disurvey tersebut memilki omzet bagus secara merata.
- Pelajari estimasi keuangan yang disodorkan pada penawaran secara jeli. Jangan terlalu percaya pada estimasi yang berlebihan. Pilih saja yang menawarkan estimasi secara wajar dan rasional.
- Pastikan nama warala yang ditawarkan tidak dalam sengketa atau bermasalah dengan pihak lain. Jika perlu brand dari waralaba yang dipilih sudah memiliki hak paten.
- Kenali kredibilitas dari pemilik brand waralaba tersebut dengan cara bertanya pada beberapa orang/sumber yang cukup mengenalnya.
Dengan mempertimbangkan beberapa tips memilih sebuah sistem waralaba tersebut sudah cukup untuk mengurangi resiko kegagalan bisnis waralaba yang kita beli. Selain itu kita akan terhindar dari bisnis waralaba yang hanya menjanjikan “mimpi” keuntungan tetapi tidak berdasar fakta dan data yang akurat. Selamat Menjalankan Usaha.

Tips Promosi Produk Yang Hemat Dan Tepat Sasaran

Promosi dan pemasaran punya kontribusi penting terhadap usaha yang menjual produk, apalagi jasa. Biaya promosi yang tinggi kerapkali menjadi pertimbangan pemilik atau pengelola bisnis dalam memilah dan memilih jenis promosi. Meskipun diyakini promosi bisa mendorong penjualan, tetap saja pemilik usaha menginginkan adanya penghematan. Kini, ada solusi promosi yang ditawarkan situs pemberi voucher melalui sistem online.


Jika saat ini Anda tengah mengelola bisnis yang memenuhi gaya hidup masyarakat kota besar seperti restoran, spa, atau pusat hiburan, Anda bisa berpromosi bebas biaya melalui www.dealkeren.com. Pengeluaran yang Anda perlu siapkan adalah memberikan komisi 30-50 persen dari setiap voucher online yang terjual dari setiap transaksi yang disepakati perusahaan Anda dengan DealKeren.
“Negosiasi masih sangat terbuka untuk menentukan nilai komisi ini,” jelas Adrian Suherman, Chief Executive Officer DealKeren kepada Kompas Female. Manfaatnya, produk atau jasa perusahaan Anda bisa dipajang selama tiga hari hingga satu minggu di situs DealKeren tanpa membayar biaya promosi.
Pengalaman berpromosi hemat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh Wahyu Sigit Gunawan, Operation Manager Brewhouse Resto & Home Beverage. Sigit mengatakan cara baru berpromosi melalui situs DealKeren menghemat biaya promosi lebih dari 50 persen. Jika biasanya harus mengeluarkan dana untuk beriklan, dengan cara ini Brewhouse hanya perlu memberikan voucher belanja dengan nilai tertentu, dan memberikan komisi kepada DealKeren sebagai pengelola situsnya.
“Pengunjung restoran meningkat 20 persen dari penjualan voucher. Namun fokusnya bukan pada peningkatan penjualan voucher saja, tetapi lebih kepada promosi yang tepat sasaran. Cara ini memberikan hasil yang lebih maksimal daripada pasang promosi sendiri,” jelas Sigit kepada Kompas Female, usai temu media bersama DealKeren, Kamis (10/2/2011) lalu di Brewhouse, Senayan City Jakarta. Voucher yang dijual online oleh Brewhouse melalui DealKeren berhasil terjual hampir 800 buah dalam dua hari saja.
Nilai lebih voucher online
Model promosi voucher online ala DealKeren ini memberikan nilai tambah bagi pebisnis atau pemilik usaha, klaim Adrian. Pertama, karena situs ini menyasar segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pemilik bisnis. Karena itu, kata Adrian, pebisnis yang bisa menikmati keuntungan dari model promosi ini adalah mereka yang menjalani bisnis terkait kebutuhan gaya hidup masyarakat kota.
“Keluarga atau pasangan dengan penghasilan Rp 10-15 juta per bulan menjadi sasaran utamanya. Yakni mereka yang umumnya membelanjakan Rp 500.000 – 1 juta per bulan untuk makan di restoran atau kebutuhan lifestyle lainnya,” jelas Adrian.
Nilai lebih kedua dari sistem ini adalah hasil yang terukur dan bebas risiko, lanjut Adrian. Artinya, promosi online bisa langsung dilihat hasilnya dari jumlah penjualan voucher. Dan manfaat yang ketiga bagi pebisnis adalah publikasi besar-besaran melalui situs yang fokus berjualan voucher online.
Tipe bisnis yang cocok dengan model promosi voucher online
  • Bisnis yang memiliki pengeluaran tetap tinggi. Artinya, bisnis tersebut secara rutin harus mengeluarkan biaya listrik, sewa tempat, atau biaya tetap lainnya dalam jumlah yang sama. Jika bisnis bisa menarik lebih banyak pelanggan maka akan membawa keuntungan bagi bisnis tersebut untuk menutupi biaya tetap tadi.

  • Bisnis jasa. Bisnis yang paling cocok untuk model promosi ini adalah bisnis bidang jasa. Bisnis yang menjual produk seperti elektronik misalnya tidak terlalu menguntungkan karena biasanya marginnya kecil.
  • Bisnis lifestyle di kota besar. Karena mengandalkan jaringan internet dan produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat kota, jadi bisnisnya pun harus yang berlokasi di perkotaan. “Penetrasi internet di kota besar lebih besar,” kata Adrian, yang menyebutkan saat ini DealKeren baru menjajaki pasar Jakarta dan akan merambah ke 10 kota besar lainnya hingga pertengahan tahun 2011. Pertimbangan lain mengapa harus di kota besar juga terkait dengan model pembayaran online yang lebih akrab bagi masyarakat perkotaan.
Jika Anda tertarik menggunakan model promosi voucher online ini, pastikan profil dan karakter bisnis Anda memenuhi kriteria. Salah satu ukuran lainnya adalah pembeli voucher online ini kebanyakan (62 persen) adalah perempuan usia 24-35 tahun.
“Perempuan lebih menjadi penentu dalam kebiasaan berbelanja di sebuah keluarga. Bisa jadi ini faktor yang memengaruhi mengapa lebih banyak perempuan yang belanja voucher online,” jelas Adrian. Sementara bicara jasa yang ditawarkan tak melulu untuk perempuan, tetapi juga untuk anak dan remaja, serta kaum laki-laki.
Keuntungan lain yang didapatkan pebisnis adalah, DealKeren akan melaporkan profil pembeli voucher kepada Anda sebagai merchant. Dengan begitu Anda bisa membaca kebutuhan pelanggan.

KRITERIA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

Dalam perekonomian Indonesia Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar. Selain itu Kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisi ekonomi. Maka sudah menjadi keharusan penguatan kelompok usaha mikro, kecil dan menengah yang melibatkan banyak kelompok. Kriteria usaha yang termasuk dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah telah diatur dalam payung hukum berdasarkan undang-undang.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan untuk mendefinisikan Pengertian dan kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Pengertian-pengertian UMKM tersebut adalah :

1. Usaha Mikro
Kriteria kelompok Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
2. Usaha Kecil
Kriteria Usaha Kecil Adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha
Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
3. Usaha Menengah
Kriteria Usaha Menengah Adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau
badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau
hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Kriteria Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Kriteria Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah menurut UU ini digolongkan berdasarkan jumlah aset dan Omset yang dimiliki oleh sebuah usaha.
No Usaha Kriteria
Asset Omzet
1 Usaha Mikro Maks. 50 Juta Maks. 300 Juta
2 Usaha Kecil > 50 Juta – 500 Juta > 300 Juta – 2,5 Miliar
3 Usaha Menengah > 500 Juta – 10 Miliar > 2,5 Miliar – 50 Miliar

Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Berdasar Perkembangan

Selain berdasar Undang-undang tersebut,dari sudut pandang perkembangannya Usaha Kecil Dan Menengah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria Usaha Kecil Dan Menengah yaitu:
- Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
- Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.
- Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor
- Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Berdasarkan Lembaga dan Negara Asing

Lembaga dan negara-negara asing mendefinisikan Kriteria Usaha Kecil dan Menengah bersarkan pada beberapa hal yaitu, jumlah tenaga kerja, pendapatan dan jumlah aset. Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah tersebut sebagai berikut:
I. Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Menurut World Bank.
Menurut World Bank Usaha Kecil Dan Menengah dikelompokkan menjadi tiga kelompok:
1. Medium Enterprise, dengan kriteria :
1. Jumlah karyawan maksimal 300 orang
2. Pendapatan setahun hingga sejumlah $ 15 juta
3. Jumlah aset hingga sejumlah $ 15 juta
2. Small Enterprise, dengan kriteria :
1. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang
2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta
3. Jumlah aset tidak melebihi $ 3 juta
3. Micro Enterprise, dengan kriteria :
1. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang
2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 100 ribu
3. Jumlah aset tidak melebihi $ 100 ribu
II. Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Negara Singapura
Singapuram mendefinisikan Usaha Kecil dan Menengah sebagai usaha yang memiliki minimal 30% pemegang saham lokal serta aset produktif tetap (fixed productive asset) di bawah SG $ 15 juta.
III. Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Negara Malaysia
Malaysia, menetapkan definisi UKM sebagai usaha yang memiliki jumlah karyawan yang bekerja penuh (full time worker) kurang dari 75 orang atau yang modal pemegang sahamnya kurang dari M $ 2,5 juta. Definisi ini dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Small Industry (SI), dengan kriteria jumlah karyawan 5 – 50 orang atau jumlah modal saham sampai sejumlah M $ 500 ribu
2.Medium Industry (MI), dengan kriteria jumlah karyawan 50 – 75 orang atau jumlah modal saham sampai sejumlah M $ 500 ribu – M $ 2,5 juta.
IV. Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Negara Jepang

Jepang, membagi Usaha Kecil dan Menengah sebagai berikut :
1. Mining and manufacturing, dengan kriteria jumah karyawan maksimal 300 orang atau jumlah modal saham sampai sejumlah US$2,5 juta.
2. Wholesale, dengan kriteria jumlah karyawan maksimal 100 orang atau jumlah modal saham sampai US$ 840 ribu
3. Retail, dengan kriteria jumlah karyawan maksimal 54 orang atau jumlah modal saham sampai US$ 820 ribu
4. Service, dengan kriteria jumlah karyawan maksimal 100 orang atau jumlah modal saham sampai US$ 420 ribu
V. Kriteria Usaha Kecil Dan Menengah Negara Korea Selatan

Korea Selatan, mendefinisikan UKM sebagai usaha yang jumlahnya di bawah 300 orang dan jumlah assetnya kurang dari US$ 60 juta.
VI. European Commision, membagi UKM ke dalam 3 jenis, yaitu :
1. Medium-sized Enterprise, dengan kriteria :
1. Jumlah karyawan kurang dari 250 orang
2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 50 juta
3. Jumlah aset tidak melebihi $ 50 juta
2. Small-sized Enterprise, dengan kriteria :
1. Jumlah karyawan kurang dari 50 orang
2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 10 juta
3. Jumlah aset tidak melebihi $ 13 juta
3 Micro-sized Enterprise, dengan kriteria :
1. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang
2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 2 juta
3. Jumlah aset tidak melebihi $ 2 juta
(Galeriukm).
Sumber :
- Depkop Website
- http://infoukm.wordpress.com/

Selasa, 04 Januari 2011

Ide dan Contoh Bisnis Rumahan yang Sukses

Bisnis rumahan yang biasanya dijalankan dengan modal kecil tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak contoh industri dari bisnis rumahan ini kemudian menjadi besar dan produknya berhasil melanglang buana. Di tengah krisis ekonomi global sejumlah cerita juga menunjukkan tangguhnya usaha rumahan ini.
Nah, jika anda ingin tahu bagaimana lika-liku peluang usaha rumahan dikembangkan, berikut adalah beberapa kisah yang mungkin bisa menginspirasi anda:
1.Perlengkapan Medis dari Industri Rumahan
Sebuah usaha berasal dari industri rumahan dari desa kecil di Kabupaten Sukabumi , kini mengisi perlengkapan medis yang masuk ke sebagian besar rumah sakit di Indonesia dan negara-negara lain.
2. Siasat Baru Menjual Sepatu
Saat pabrik sepatu besar banyak yang nyaris bangkrut dihantam krisis global, namun bisnis kelas rumahan ini tetap berkembang dengan dukungan promosi di internet.
3.Berkah Laba dari Barbie Muslimah
Indonesia adalah negeri muslim besar. Wajar jika busana muslimah menjadi kebutuhan banyak orang. Nah, yang menarik, tren ini justru ditangkap sebagai peluang menyediakan mainan untuk anak-anak berbentuk barbie muslimah.
4. Mencicipi Peluang Bisnis Puding Kedelai
Selain nikmat, puding kedelai juga menguntungkan jika dikembangkan bisnisnya. Artikel ini berkisah tentang perjalanan sukses sebuah bisnis puding kedelai.
5. Merangkai Laba dari Tas Lidi
Lidi tidak hanya laku jika sudah jadi sapu. Nilai jualnya justru makin tinggi ketika dirangkai menjadi sebuah tas.
6. Menikmati Gurihnya Laba Icip-icip Jangkrik
Jangkrik terkenal sebagai makanan burung atau ikan. Tapi, dengan sentuhan bisnis, jangkrik ternyata bisa naik derajat menjadi makanan yang menguntungkan ketika dijual.
Bagaimana apakah anda berniat dan sudah memiliki ide bisnis rumahan?

Membuka Peluang Sukses dengan Bisnis Rumahan


Takut memulai usaha baru ???????
Kini pertanyaan tersebut sudah tidak berlaku lagi, karena sekarang semua orang sudah dapat mulai membuka peluang sukses dengan bisnis rumahan. Saat ini bisnis rumahan menjadi salah satu alternatif pilihan bagi seseorang yang ingin membuka usahanya dari rumah. Biasanya bisnis ini digemari oleh ibu – iburumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ditengah waktu luangnya mengurusi urusan rumah tangga, para ibu juga ingin memperoleh tambahan pendapatan untuk keluarganya. Tanpa harus mengurangi intensitas waktu bersama keluarganya.
Bisnis rumahan juga memberikan banyak keuntungan bagi para pelaku usaha. Karena bisnis ini dapat dilakukan dari rumah, sehingga para pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa tempat usaha. Selain itu bisnis rumahan juga tidak mengikat waktu kerja kita, sehingga kita bebas untuk menentukan sendiri jam kerja kita tanpa harus meninggalkan urusan keluarga kita.
Untuk memulai bisnis rumahan, kita dapat memilih bidang usaha yang menjadi kegemaran kita. Misalnya saja bagi yang suka memasak dapat membuka bisnis catering makanan skala rumahan, atau membuka usaha makanan yang menjadi menu andalan keluarga Anda. Bagi yang gemar dengan kerajinan tangan, dapat memulai bisnis pembuatan kerajianan tangan ataupun aksesoris – aksesoris wanita yang dapat diciptakannya. Dan bagi yang memiliki ketrampilan seperti menjahit, ataupun keahlian dibidang tatarias dapat membuka usaha jasa jahit ataupun salon di rumahnya. Contoh lain juga dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki ketrampilan dibidang otomotif, atau elektronik. Mereka dapat membuka bengkel untuk memperbaki kendaraan maupun perabot elektronik yang rusak. Beberapa contoh usaha diatas hanya merupakan sebagian kecil contoh peluang yang dapat dijadikan usaha rumahan, selain itu masih banyak lagi contoh usaha yang dapat dikembangkan.
Seiring dengan banyaknya bisnis usaha yang bermunculan, diantaranya telah berkembang menjadi besar hingga produknya tak hanya dikenal di dalam negeri saja. Banyak contoh bisnis rumahan yang telah berhasil hingga menembus pasaran dunia. Hal ini membuat bisnis rumahan tidak hanya dipandang sebelah mata lagi untuk dijadikan prospek usaha baru.
Namun untuk mencapai kesuksesan dalam memulai bisnis rumahan tidaklah mudah, berikut kami berikan beberapa tips untuk memulai usaha tersebut.
1. Pertama, pilih usaha yang menjadi hobby dan ketrampilan Anda. Jika Anda memilih usaha yang sesuai dengan kesukaan dan ketrampilan Anda, maka secara tidak langsung Anda akan melakukannya dengan sepenuh hati. Sehingga mampu menghasilkan produk yang maksimal.
2. Kedua, jika telah memiliki ide usaha yang akan dijalankan. Lakukan sedikit penelusuran tentang minat pasar akan produk tersebut. Cari peluang usaha yang memiliki banyak peminat atau usaha yang dibutuhkan banyak orang.
3. Ketiga, Anda harus memiliki motivasi untuk selalu fokus dalam mengembangkan usaha yang sedang Anda jalankan. Sehingga memberikan kekuatan kepada Anda untuk selalu berusaha mempertahankan usaha tersebut dalam keadaan apapun serta mengembangkannya menjadi lebih besar.
4. Keempat, buatlah strategi pemasaran yang unik dan berbeda. Misalnya saja dengan menciptakan produk baru yang lain daripada yang lain. Selain itu belajarlah dari strategi pemasaran dari usaha – usaha yang telah sukses, agar usaha yang Anda miliki juga bisa ikut besar.
5. Kelima, Do it now!!!!! Segera mulai usaha yang telah Anda rencanakan, dan jangan ragu – ragu lagi untuk mulai menjalankannya. Dengan keyakinan, keuletan, dan motivasi yang besar, maka tidaklah sulit untuk menjadikan usaha kita menjadi besar.
Semoga tips ini dapat memberikan inspirasi baru untuk Anda dalam menjalankan usaha rumahan. Jangan pernah takut untuk mencoba, karena ketakutan yang ada hanya menghambat kesuksesan yang akan ada!!!!!!!!!!! Sukses selalu untuk kita semua……
Sumber gambar : www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/14324 dan http://tiara-handicraft.com/pages/profile.php

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys